PFA Luluskan 20 Siswa Batch 2, Claus Wamafma: Jangan Pernah Berhenti Bermimpi
Empat alumni Batch 1 pernah dipanggil memperkuat Garuda United, yakni Peres Tjoe, Yulius Pigai, Yohanes Yapagaimu, dan Evaldus Sereu. Dua di antaranya juga memperkuat Timnas U-17 pada ajang AFF U-17 Boys Championship dan Kualifikasi AFC U-17.
Sementara Batch 2 mencatat prestasi membanggakan dengan menjuarai Garuda International Cup U-15 2025, menjadi juara Liga TopSkor U-16 Regional Surabaya, serta runner-up Piala Soeratin U-15 Nasional 2025.
Pada April-Mei 2026, Dolvi Theofilus Salossa, Yance Glen Imbiri, dan Stenly Meyanu bergabung bersama Garuda United U-18. Kemudian pada Juni 2026, enam pemain Batch 2 dipanggil mengikuti seleksi Garuda United untuk EPA U-18 dan proyeksi Timnas U-17. Hingga kini empat pemain masih bertahan, yakni Dolvi Theofilus Salossa, Yance Glen Imbiri, Stenly Meyanu, dan Melki Yatipai.
Selain itu, melalui program PFA Elite Camp, para siswa juga mendapat kesempatan menjalani pelatihan di Korea Selatan, Jepang, Austria, hingga Australia.
Staf Ahli Bupati Mimika, Yonana Paliling, mengapresiasi kontribusi Papua Football Academy dalam membangun sumber daya manusia Papua.
“Papua Football Academy tidak hanya mencetak pemain sepak bola yang terampil, tetapi juga membentuk karakter, disiplin, tanggung jawab, sportivitas, kepemimpinan, serta mental yang kuat bagi generasi muda Papua,” katanya.
Direktur PFA, Wolfgang Pikal, menegaskan kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan para siswa.
“Ini bukan akhir, tetapi langkah baru. Saya yakin kalian pasti bisa sukses. Bermimpilah besar, karena kalian tidak kalah dengan anak-anak dari daerah lain maupun luar negeri. Terus bekerja keras, disiplin, jaga kesehatan, hormati orang tua, dan banggakan Papua serta Indonesia,” pesannya.
Bernadus Imbiri, perwakilan orang tua siswa, menyampaikan rasa terima kasih kepada PT Freeport Indonesia yang telah menghadirkan Papua Football Academy.
“Kami menyerahkan anak-anak dengan penuh harapan, tetapi tidak pernah membayangkan perubahan luar biasa yang mereka alami selama tiga tahun di PFA. Mereka tidak hanya berkembang sebagai pemain sepak bola, tetapi juga menjadi pribadi yang lebih disiplin, mandiri, dan siap menghadapi masa depan,” katanya bangga. **












