“Pembangunan Kabupaten Mimika harus dilaksanakan secara berkeadilan, mulai dari kampung, distrik, hingga pusat perkotaan. Kita ingin agar masyarakat di kampung memperoleh kesempatan yang semakin baik dalam mengakses pendidikan, pelayanan kesehatan, infrastruktur dasar, air bersih, listrik, serta berbagai kebutuhan hidup yang lain”.

“Dengan demikian, pembangunan tidak hanya terlihat dan terpusat di pusat kota, tetapi betul-betul harus dirasakan nyata oleh masyarakat dari kampung ke kampung. Kita harus memastikan bahwa tidak ada masyarakat yang merasa tertinggal, tidak ada wilayah yang diabaikan, dan tidak ada generasi yang kehilangan kesempatan untuk berkembang.”

Ia memastikan pemerintah daerah akan terus mendorong pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, dengan memperhatikan karakteristik wilayah, potensi lokal, kearifan budaya, serta aspirasi masyarakat asli Papua dan seluruh warga Kabupaten Mimika.

Inilah makna “bergerak bersama”: tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, tetapi melangkah dalam satu tujuan untuk mewujudkan Mimika yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera.

Makna ketiga, terkait dengan “Mimika Gerbang Emas”

Gerbang Emas merupakan wujud dari kebangkitan ekonomi masyarakat adil dan sejahtera. Namun dengan filosofi itu, maka filosofi gerbang emas dalam identitas hari ulang tahun ke-30 Kabupaten Mimika melambangkan pintu menuju masa depan yang cerah, penuh harapan, peluang, dan kemajuan bersama.

Ia mengungkapkan, 30 tahun Kabupaten Mimika sekaligus menjadi titik penting untuk memasuki tahapan pembangunan berikutnya.

Gerbang Emas bukanlah berarti bahwa seluruh cita-cita pembangunan telah selesai. “Sebaliknya, gerbang emas merupakan simbol tekad dan komitmen kita untuk terus membuka peluang, meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, memperkuat daya saing daerah, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik, yang mengarah ke depan, menggambarkan kesinambungan pembangunan dan gerak maju dari kampung ke kota,” katanya.

Sementara itu, unsur budaya, alam, dan kehidupan masyarakat yang tergambar dalam identitas tersebut, mengingatkan semua pihak bahwa Mimika harus tetap berakar pada jati diri, nilai-nilai adat, serta kekayaan alam serta budaya yang dimiliki.

“Oleh karena itu, gerbang emas harus kita maknai sebagai kesempatan untuk melakukan perubahan yang nyata, kesempatan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas lapangan kerja, mengembangkan usaha mikro kecil dan menengah, memperkuat ekonomi masyarakat, serta membangun pemerintah yang profesional, transparan, dan bertanggungjawab,” katanya.

Ia mengajak seluruh perangkat daerah dan para pemangku kepentingan agar menjadikan momentum 30 tahun ini untuk melakukan evaluasi apa yang telah dicapai, memperbaiki hal-hal yang masih menjadi kekurangan, serta memperkuat program-program pembangunan yang benar-benar menyentuh masyarakat.

Dalam filosofi identitas hari ulang tahun ke-30 Kabupaten Mimika, kata John terdapat pesan penting pembangunan harus mampu menghubungkan perjalanan masa lalu, kebutuhan masa kini, dan harapan masa depan.

“30 tahun perjalanan Mimika merupakan modal pengalaman dan pembelajaran. Tantangan yang kita hadapi saat ini harus dijawab dengan kerja keras, inovasi, dan kolaborasi,” pesannya.

Sementara itu, masa depan harus persiapkan melalui pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, berkarakter, terampil, dan bersemangat bersama. K

“Kita harus menyadari bahwa pembangunan Kabupaten Mimika masih menghadapi berbagai tantangan, pemerataan pembangunan, peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan potensi daerah secara berkelanjutan merupakan pekerjaan yang membutuhkan komitmen dan kerja sama semua pihak,” katanya.

John mengajak seluruh jajaran pemerintah Kabupaten Mimika untuk terus meningkatkan disiplin, integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas. “Jadikan pelayanan kepada masyarakat sebagai prioritas utama, karena keberhasilan pemerintah bukan hanya diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, bukan pembangunan fisik semata tetapi sejauh mana program tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Kepada seluruh mitra pembangunan, dunia usaha, dan masyarakat, ia menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kontribusi yang telah diberikan selama ini.

“Mari kita terus memperkuat sinergi dan kolaborasi agar pembangunan Kabupaten Mimika dapat berjalan lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan,” ajaknya.

“Kita ingin Mimika jadi daerah yang semakin maju. Pada akhirnya, keberhasilan mewujudkan Mimika menuju gerbang emas tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah daerah. Keberhasilan tersebut merupakan tanggung jawab kita semua, kita bersama. Pemerintah hanya menetapkan arah kerjanya dan memberikan pelayanan, dunia usaha membuka peluang dan memperkuat perekonomian,” tegasnya.

Kepada tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen sosial,  John mengajak menjaga nilai-nilai kebersamaan ini. Sementara generasi muda harus membawa energi, punya gagasan, kreativitas, dan semangat berubah. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.