Timika,papuaglobalnews.com – Sanggar Seni Eme Dikiata berlokasi di Iwaka, Distrik Iwaka Kabupaten Mimika Papua Tengah diundang tampil di tiga negara benua eropa pada November 2026. Ketiga negara eropa ini yakni Belanda, Belgia dan Jerman.

Keberangkatan peserta sanggar seni tersebut ke Den Haag Belanda berdasarkan undangan resmi Kedutaan Besar (Kedubes) negeri kincir angin.

Hal ini disampaikan oleh Elisabeth Cenawatin, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Mimika kepada media disela-sela Festival Seni Budaya yang berlangsung di Lapangan Eks Pasar Swadaya, Senin 5 Oktober 2026.

Elisabeth mengemukan sesuai undangan itu langsung ditujukan ke Sanggar Eme Dikiata yang ada di Iwaka untuk menampilkan hasil karya ukiran dan tarian tradisional Suku Kamoro.

“Selama ini banyak wisatawan luar datang kunjungi mereka. Dan untuk ukiran, Sanggar Eme Dikiata Iwaka itu sangat terkenal karena sudah lama ada,” kata Elisabeth.

Putri Amungme ini menegaskan Sanggar Seni tersebut dipilih oleh Kedubes Belanda merupakan sanggar yang sudah lama terbentuk sebelum sanggar lain ada.

Ia mengungkapkan saat ini untuk memperluas jangkauan informasi dan promosi sanggar-sanggar seni di Kabupaten Mimika Disbudparekraf sudah menyiapkan website sendir. Dalam website itu memuat sejumlah nama sanggar dilengkapi alamat, untuk memudahkan para pengunjung atau pelanggan yang ingin berbelanja hasil karya ukiran maupun anyaman sebagai souvenir untuk dipawa pulang ke daerahnya.

Ia menambahkan sebagai bentuk komitmen Disbudparekraf Mimika sudah membantu membangun sanggar-sanggar seni menggunakan dana Otonomi Khusus (Otsus), termasuk memberikan bantuan perlengkapan peralatan musik tradisional.

Sementara Damianus Samin, Ketua Yayasan Pokai Mimika Wee sekaligus Ketua Sanggar Eme Dikiata menyampaikan saat ini sementara dalam proses persiapan pemeriksaan kesehatan 20 peserta di RSUD Mimika.

“Tadi pagi saya barusan antar peserta periksa kesehatan lengkap di RSUD Mimika dan kita akan lanjutkan besok, Rabu 7 Oktober 2026,” jelas Damianus melalui sambungan teleponnya, Selasa 6 Oktober 2026.

Ia menyebutkan keberangkatan ke Belanda, mengikuti pameran budaya Kamoro dan fashion show sebelum tanggal 3 November 2026 sudah berada di Den Haag, sehingga diperkirakan sebelum tanggal 20 Oktober 2026 harus sudah tinggalkan tanah air menuju negara kincir angin. Keberangkatan Sanggar Seni Eme Dikiata ini atas hasil kerjasamanya dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Belanda dan ada undangan resmi dari KBRI tujuan kepada Pemerintah Kabupaten Mimika.

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.