Adapun jenis sampah yang diterima di Kios Sampah Mimika meliputi:

Kertas dan Karton Contohnya kertas HVS, buku tulis, koran, dan kardus. Kertas harus dalam kondisi kering dan bersih, sedangkan karton yang terkena minyak tidak diterima.

Logam (Kaleng) Meliputi kaleng minuman, kaleng susu, kaleng sarden, kaleng biskuit, hingga kaleng cat. Kaleng aluminium maupun besi diterima dalam kondisi kosong dan bersih.

Plastik HDPE (Plastik Keras) Seperti baskom, ember, tutup botol, dan berbagai jenis plastik keras lainnya.

Plastik PET (Bening dan Kaku) Meliputi botol plastik bening maupun berwarna, seperti botol minuman dan botol sirup. Botol harus dipisahkan berdasarkan warna bening dan berwarna.

Masyarakat yang ingin mengikuti program ini cukup melalui empat tahapan, yaitu:

Memilah sampah sesuai jenisnya dan memastikan dalam kondisi bersih.

Membawa sampah ke Kios Sampah Mimika terdekat.

Sampah ditimbang oleh petugas dan nilainya dikonversi menjadi poin.

Poin tersebut kemudian dapat ditukarkan dengan sembako sesuai kebutuhan sehari-hari.

Kios Sampah Mimika juga menyediakan sejumlah fitur unggulan, antara lain layanan drop off, pick up, serta poin reward yang dapat ditukar dengan berbagai kebutuhan.

Melalui program ini, masyarakat diharapkan bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), mendukung ekonomi keluarga, serta menciptakan Mimika yang lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan.

Kios Sampah Mimika melayani masyarakat setiap Senin hingga Sabtu pukul 08.00–15.00 WIT. Warga dapat mengunjungi Kios Sampah Mimika terdekat untuk mulai menukarkan sampah yang telah dipilah.

Program ini mengusung slogan, “Pilah Sampahmu, Manfaatnya Tak Terkira! Kios Sampah Mimika, Solusi Hari Ini untuk Masa Depan Nanti.” Melalui slogan tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah terus meningkat sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencemaran Lingkungan DLH Mimika, Algertho Reno Asmuruf, dalam materi sosialisasi menyampaikan bahwa penanganan sampah membutuhkan kolaborasi seluruh pihak agar semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan sampah bernilai ekonomis dan mengonversinya menjadi sembako.

Ia berharap ke depan tidak ada lagi masyarakat yang membuang sampah karena menganggapnya tidak bermanfaat. Selain itu, ia juga mengingatkan agar sampah rumah tangga tidak dibakar, melainkan dipilah sehingga sampah yang memiliki nilai ekonomis dapat dijual dan dimanfaatkan kembali. **