Dengan demikian, total nilai pengadaan Solar B40 sebanyak 5.000 KL mencapai Rp122 miliar.

Surat tersebut juga menjelaskan bahwa harga yang ditawarkan berlaku untuk pengambilan minyak di Pelabuhan Tanjung Priok dengan sistem ship to ship atau pemindahan dari kapal Pertamina ke kapal milik pelanggan.

Selain nilai pembelian BBM, perusahaan juga menyampaikan estimasi biaya pengiriman menggunakan kapal tanker dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Mimika sebesar sekitar Rp5,4 miliar.

Menutupi surat tersebut, pihak PT Duta Adijaya Multiguna menyatakan menunggu penerbitan Purchase Order (PO) dari pihak PT Mimika Abadi Sejahtera sebagai tindak lanjut proses pengadaan.

Surat tersebut turut ditembuskan kepada Sonny Suyono selaku Manajer Pemasaran serta Paulus Piimet yang disebut sebagai pihak pemasaran wilayah Papua.

Hingga berita ini ditulis belum diperoleh keterangan resmi dari PT Mimika Abadi Sejahtera terkait tindak lanjut atas penawaran pengadaan Solar B40 Pertamina senilai Rp122 miliar tersebut.

Paulus Pinimet, Kordinator Wilayah Papua membernarkan bahwa dirinya telah mengirim surat penawaran tersebut langsung ke Kantor PT MAS di Timika.

Ia mengakui saat dirinya mengantar surat tersebut sesuai informasi dari staf BUMD PT MAS bahwa Direktur masih berada di luar Timika.

“Jadi ini masih sebatas penawaran. Jika BUMD PT MAS kedepan jadi buka SPBU bisa membangun relasi kerjasama dengan   PT Duta Adijaya Multiguna,” katanya.

Ia mengakui peluang penawaran kerjasama ini terbuka untuk siapa saja yang bergerak dibidang BBM. Seluruh pendistribusian dari Jakarta hingga di Pelabuhan Pomako menggunakan kapal tengker miliki PT Duta Adijaya Multiguna.

“Jadi semua mitra kerjasama langsung terima di tempat,” katanya.

Sementara terkait penawaran kerjasama ini hingga berita diterbitkan belum mendapatkan konfirmasi dari PT MAS. **