Ini Komitmen, Janji dan Pesan Ketua DPRK Mimika pada Momen Ritual Adat Penancapan Patung Mbitoro di Kampung Mioko
“Jangan hidup terputar di kampung,” tegasnya.

Selain itu, Primus menekankan pentingnya menjaga adat istiadat sekaligus menghormati gereja sebagai warisan leluhur dan sumber nilai kehidupan.
Menurutnya, adat dan gereja seharusnya berjalan berdampingan tanpa saling merendahkan atau meninggikan.
“Hari ini kita melupakan gereja atau adat. Gereja kosong dan kita harus menjunjung Tuhan sebagai pemilik nafas hidup ini. Hal inilah yang menyebabkan orang Mimika-Kamoro sedikit terpuruk. Kita baru naik dan jangan lupa Tuhan dan adat istiadat,” katanya.
Sebagai informasi, akses jalan menuju Mioko dari jalan utama sepanjang kurang lebih delapan kilometer. Hingga kini sekitar satu kilometer sudah dirabat beton, sekitar empat kilometer sedang dalam tahap penimbunan, sementara sisanya masih berupa jalan tanah ditumbuhi rumput liar. **
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.




















