Mioko,papuaglobalnews.com – Masyarakat Kamoro di Kampung Mioko, Distrik Mimika Tengah, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menggelar prosesi adat penancapan Patung Mbitoro pada Sabtu, 24 Januari 2026. Patung setinggi enam meter tersebut menjadi simbol penting dalam pesta adat Karapau.

Pada momen ritual ini, Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, menyampaikan komitmen eksekutif dan legislatif Mimika untuk menuntaskan pembangunan akses jalan menuju Kampung Mioko/Kamora. Pembangunan jalan itu sudah mulai dengan pekerjaan penimbunan.

9dcf52dc 79fe 49e1 81d8 7a988e7f1dac
Kondisi jalan menuju Mioko yang sementara ditimbun, Sabtu 24 Januari 2026. (Foto-papuaglobalnews.com/Anton Juma Songa).

Di hadapan warga dan didengar langsung moyang serta orang-orang yang sudah meninggal, Primus menyampaikan janji tersebut sambil memeluk Patung Mbitoro yang baru ditancapkan.

Dari atas Mbitoro, Primus mendorong generasi muda Mioko untuk tekun bersekolah agar kelak lahir pemimpin-pemimpin besar dari kampung ini.

Ia mengimbau anak-anak muda tidak terjebak pada kebiasaan mabuk dan aktivitas yang tidak produktif, serta rutin turun ke kota untuk mengikuti perkembangan dan memantau peluang kerja baik di PT Freeport Indonesia maupun instansi pemerintahan.

“Jangan hidup terputar di kampung,” tegasnya.

fac8c3ba 01ed 4905 beb7 5615a83e75e4
Kondisi jalan menuju Mioko yang belum ditimbun dipenuhi rumput liar, Sabtu 24 Januari 2026. (Foto-papuaglobalnews.com/Antonius Juma Songa).

Selain itu, Primus menekankan pentingnya menjaga adat istiadat sekaligus menghormati gereja sebagai warisan leluhur dan sumber nilai kehidupan.

Menurutnya, adat dan gereja seharusnya berjalan berdampingan tanpa saling merendahkan atau meninggikan.

“Hari ini kita melupakan gereja atau adat. Gereja kosong dan kita harus menjunjung Tuhan sebagai pemilik nafas hidup ini. Hal inilah yang menyebabkan orang Mimika-Kamoro sedikit terpuruk. Kita baru naik dan jangan lupa Tuhan dan adat istiadat,” katanya.

Sebagai informasi, akses jalan menuju Mioko dari jalan utama sepanjang kurang lebih delapan kilometer. Hingga kini sekitar satu kilometer sudah dirabat beton, sekitar empat kilometer sedang dalam tahap penimbunan, sementara sisanya masih berupa jalan tanah ditumbuhi rumput liar. **