Oleh: Pdt. Deserius Adii, M.Th. – Ketua Departemen Keadilan Dan Perdamaian Sinode GKI Kingmi di Tanah Papua

 

Nasihat Rohani bagi Anak-Anak untuk Bertumbuh dalam Iman kepada Tuhan Yesus Kristus dalam Rangka Hari HUT ANAK KINGMI KE-XI TAHUN 2026.

ANAK-anakku yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus.

Kalian adalah anugerah Tuhan, harapan keluarga, kebanggaan gereja, dan generasi penerus Tanah Papua. Kehadiran kalian bukanlah suatu kebetulan, melainkan bagian dari kehidupan yang Tuhan percayakan untuk dipelihara, dibimbing, dan dikembangkan sesuai dengan kehendak-Nya.

Karena itu, sejak kecil kalian perlu belajar mengenal Tuhan, mengasihi Yesus Kristus, menghormati orang tua, mendengarkan nasihat yang baik, serta menjalani kehidupan yang berkenan kepada Tuhan.

Alkitab dalam Amsal 3:5-6 mengajarkan agar kita percaya kepada Tuhan dengan segenap hati dan mengakui Dia dalam segala laku kehidupan kita. Firman ini mengingatkan bahwa Tuhan harus menjadi pusat kehidupan kita, bukan hanya ketika berada di gereja, tetapi juga ketika berada di rumah, sekolah, lingkungan bermain, dan di mana pun kita berada.

Anak-anakku, masa kecil adalah masa yang sangat penting untuk membangun dasar iman. Apa yang kalian pelajari, kebiasaan yang kalian bentuk, dan keputusan yang kalian ambil hari ini akan memengaruhi perjalanan hidup kalian pada masa mendatang.

Oleh sebab itu, dengarkanlah nasihat ini dengan hati yang terbuka.

  1. Kenallah Tuhan Yesus Sejak Kecil

Anak-anakku, jangan menunggu sampai dewasa baru belajar mengenal Tuhan. Mulailah sejak sekarang. Belajarlah berdoa, membaca Alkitab, mengikuti ibadah, dan mendengarkan Firman Tuhan dengan sungguh-sungguh.

Jangan hanya mengenal nama Yesus dari lagu sekolah minggu atau cerita guru sekolah minggu. Belajarlah memahami kasih-Nya, meneladani kehidupan-Nya, dan percaya kepada-Nya dalam setiap keadaan.

Ketika kalian merasa takut, berdoalah. Ketika menghadapi kesulitan, mintalah pertolongan Tuhan. Ketika melakukan kesalahan, datanglah kepada Tuhan dalam pertobatan dan belajarlah memperbaiki diri.

Ingatlah perkataan Tuhan Yesus dalam Markus 10:14, bahwa anak-anak harus dibiarkan datang kepada-Nya.

Jangan menjauh dari Tuhan ketika kalian menghadapi masalah. Justru sejak kecil, belajarlah berjalan bersama Tuhan Yesus dalam setiap langkah kehidupan kalian.

  1. Hormatilah Orang Tua dan Dengarkan Nasihat Mereka

Anak-anakku, orang tua memiliki tanggung jawab untuk memelihara, mendidik, dan membimbing kalian. Karena itu, belajarlah menghormati ayah dan ibu, mendengarkan nasihat mereka, serta membantu mereka sesuai dengan kemampuan kalian.

Jangan membiasakan diri melawan orang tua, berkata kasar, berbohong, atau menyembunyikan perbuatan yang salah. Jika kalian melakukan kesalahan, beranilah mengakuinya dan meminta maaf.

Menghormati orang tua bukan berarti kalian tidak boleh bertanya atau menyampaikan pendapat. Kalian boleh berbicara tentang kesulitan dan perasaan kalian, tetapi lakukanlah dengan sopan dan penuh hormat.

Efesus 6:1 mengajarkan anak-anak untuk menaati orang tua di dalam Tuhan.

Ingatlah, anak yang bertumbuh dalam iman juga belajar menunjukkan kasih melalui sikap dan perkataannya di rumah.

  1. Jagalah Pergaulan dan Pilihlah Teman yang Baik

Anak-anakku, tidak semua ajakan teman membawa kalian kepada kehidupan yang baik. Ada ajakan yang membangun masa depan, tetapi ada pula ajakan yang dapat merusak iman, kesehatan, pendidikan, dan karakter kalian.

Karena itu, pilihlah teman yang mendorong kalian belajar, beribadah, melakukan kebaikan, dan menghormati orang lain.

Jangan mengikuti teman hanya karena takut dianggap tidak berani atau tidak setia kawan. Jika teman mengajak kalian berbohong, mencuri, berkelahi, mencoba minuman keras, menggunakan narkoba, atau melakukan perbuatan yang membahayakan diri sendiri dan orang lain, beranilah mengatakan tidak.

Kalian tidak harus melakukan sesuatu yang salah hanya untuk diterima oleh kelompok pergaulan.

Jika ada orang yang memaksa, mengancam, atau mengajak kalian melakukan sesuatu yang membuat kalian tidak aman, segeralah mencari pertolongan dari orang dewasa yang dapat dipercaya.

Lebih baik kehilangan ajakan seorang teman daripada kehilangan arah hidup karena mengikuti ajakan yang salah. Pilihlah pergaulan yang menolong kalian semakin dekat kepada Tuhan dan semakin bertanggungjawab.

  1. Cintailah Firman Tuhan dan Jadikanlah Pedoman Hidup

Anak-anakku, Firman Tuhan bukan hanya untuk didengar pada hari Minggu. Firman Tuhan harus dipelajari, direnungkan, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Mazmur 119:9 mengajarkan bahwa orang muda dapat menjaga kelakuannya bersih dengan menjaganya sesuai dengan firman Tuhan.

Mulailah membangun kebiasaan membaca Alkitab setiap hari, meskipun hanya beberapa ayat. Bertanyalah kepada orang tua, pendeta, atau guru sekolah minggu jika ada bagian yang belum kalian pahami.

Ketika Firman Tuhan mengajarkan kejujuran, belajarlah berkata jujur. Ketika Firman Tuhan mengajarkan pengampunan, belajarlah mengampuni. Ketika Firman Tuhan mengajarkan kasih, tunjukkanlah kasih kepada saudara, teman, dan orang-orang di sekitar kalian.

Jangan menjadi anak yang hanya pandai menghafal ayat Alkitab, tetapi tidak mau mempraktikkannya.

Iman yang bertumbuh bukan hanya terlihat dari kata-kata yang diucapkan, melainkan juga dari sikap, keputusan, dan perbuatan yang menunjukkan kasih Kristus.

  1. Rajinlah Belajar dan Gunakan Masa Muda dengan Baik

Anak-anakku, Tuhan memberikan kalian kesempatan untuk belajar, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan masa depan. Karena itu, jangan menyia-nyiakan kesempatan tersebut.

Rajinlah pergi ke sekolah, hormatilah guru, kerjakan tugas dengan bertanggungjawab, dan gunakan waktu untuk kegiatan yang bermanfaat.

Jangan menganggap belajar sebagai beban. Melalui pendidikan, kalian dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan untuk melayani Tuhan serta membantu sesama.

Kalian tidak harus menjadi sama dengan orang lain. Setiap anak memiliki kemampuan dan kesempatan untuk berkembang. Ada yang memiliki bakat dalam bidang pendidikan, musik, olahraga, seni, kepemimpinan, pertanian, teknologi, atau bidang lainnya.

Kembangkanlah kemampuan kalian dengan tekun, rendah hati, dan bertanggungjawab.

Ingatlah bahwa berdoa dan belajar bukanlah dua hal yang bertentangan. Berdoalah memohon hikmat Tuhan, kemudian kerjakanlah tanggung jawab kalian dengan sungguh-sungguh.

  1. Jauhilah Kebohongan, Kebencian, dan Kekerasan

Anak-anakku, jangan membiasakan diri menyelesaikan masalah dengan kemarahan, ancaman, atau perkelahian. Ketika terjadi perselisihan dengan teman, belajarlah berbicara dengan baik, mendengarkan penjelasan, dan mencari penyelesaian yang damai.

Jangan menyebarkan fitnah, mempermalukan teman, melakukan perundungan, atau menghina seseorang karena keadaan fisik, latar belakang keluarga, suku, maupun kekurangannya.

Jika kalian bersalah, akuilah kesalahan. Jika kalian menyakiti orang lain, mintalah maaf dan perbaikilah perilaku. Jika seseorang menyakiti kalian, jangan membalas dengan kekerasan. Carilah bantuan orang dewasa yang dapat dipercaya apabila masalah tidak dapat diselesaikan dengan aman.

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.