Perkenalkan ASPANNI, Ketua DPW ASPANNI Papua Tengah Silaturahmi dengan Pimpinan Panti Asuhan dan LKSA se-Mimika
Timika,papuaglobalnews.com – Perkenalkan Asosiasi Panti Asuhan Anak Indonesia yang baru dibentuk, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW-ASPANNI) Provinsi Papua Tengah, Magdalena Ema Nunang, S.Pt. melaksanakan silaturahmi dengan pimpinan Panti Asuhan dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) se-Kabupaten Mimika berlangsung di Panti Asuhan Laskar Pelangi, Jalan Hasanuddin, Gang Flora RT 13 Nomor 15, setelah Puskesmas Irigasi, Timika, Selasa, 20 Oktober 2026.
Pengurus inti Dewan Pengurus Nasional (DPN) ASPANNI telah dikukuhkan yang dirangkai dengan Rakernas DPN ASPANNI selama dua hari, 2-3 Oktober 2026 di Hotel Rivoli Jakarta Pusat. Pengukuhan dan Rakernas mengusung tema “Bersatu, Berjuang Mengabdi untuk Anak Indonesia”.
14 orang dari Kabupaten Mimika masuk dalam SK DPN ASPANNI Pusat. Tetapi yang berangkat hadir hanya empat orang dari Yayasan Peduli Kasih Mimika Panti Asuhan Santa Susana.
Pada momen silaturahmi dalam suasana kekeluargaan itu, Magdalena menyampaikan sejumlah hal penting seperti hasil audiensi dengan Ukkas, Staf Ahli II Bidang Kemasyarakatan, SDM, dan Pengembangan Otsus Provinsi Papua Tengah, melengkapi susunan kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ASPANNI Kabupaten Mimika. Selain itu membahas berhubungan dengan rencana nasional untuk Jambore Moderasi Anak Panti Asuhan se-Indonesia yang dijadwalkan pada 12 sampai 15 Juni 2027.
“Jadi, pertemuan perdana kita untuk perkenalan sekalian menyampaikan ide-ide, masukan dan gagasan dari pusat untuk daerah bisa mempersiapkan diri. Jadi, panitia belum disiapkan,” jelas Magdalena.
Pemilik Panti Asuhan Santa Susana ini menegaskan untuk pembentukan panitia masih menunggu panduan dari DPN ASPANNI Pusat untuk bagaimana menentukan langkah-langkah ke depan persiapan kabupaten untuk masuk ke Jambore itu.
“Terus untuk data anak masuk ke provinsi itu akan dipersiapkan secepatnya dalam minggu ini, kalau bisa sudah dikirim untuk persiapan bantuan untuk tahun depan. Kalau bisa tahun depan ada bantuan untuk panti-panti,” kata Magdalena.
Ia mengungkapkan beberapa waktu lalu dirinya baru saja bertemu dengan Staf Ahli II Bidang Kemasyarakatan, SDM, dan Pengembangan Otsus Provinsi Papua Tengah. Dalam pertemuan itu Staf Ahli berpesan untuk masukan data anak secara lengkap berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai dasar bisa diproses merima bantuan.
“Jadi, provinsi sangat menerima kehadiran ASPANI. Menerima sebagai mitra. Kehadiran ASPANI di kabupaten atau provinsi, kami tidak meminta, kami bermitra untuk bagaimana memberdayagunakan panti-panti asuhan yang ada di Mimika, ada di Provinsi Papua Tengah, bahkan untuk seluruh Papua,” jelasnya.
Magdalena menyebutkan sesuai data yang sudah teregistrasi di ASPANNI untuk Mimika ada 15 panti asuhan, Nabire ada 23 dan untuk seluruh Papua sebanyak 60 panti asuhan yang harus diperhatikan oleh DPN ASPANI Pusat.
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.












