Tuhan Yesus mengajarkan kasih kepada sesama. Karena itu, jadilah anak yang membawa damai, bukan pembawa permusuhan.

Jangan menggunakan kekuatan untuk menakut-nakuti orang lain. Gunakanlah keberanian untuk membela kebenaran, menolong orang yang membutuhkan, dan menghentikan perbuatan yang menyakiti sesama.

  1. Jangan Malu Menjadi Anak Tuhan

Anak-anakku, mungkin suatu saat kalian berada di lingkungan yang membuat kalian merasa malu untuk berdoa, beribadah, atau menunjukkan bahwa kalian percaya kepada Tuhan Yesus.

Jangan takut untuk melakukan kebaikan hanya karena teman-teman kalian memilih jalan yang berbeda.

Namun, menjadi anak Tuhan bukan berarti merasa diri lebih baik daripada orang lain. Sebaliknya, semakin kalian mengenal Kristus, semakin kalian harus belajar rendah hati, mengasihi sesama, dan menghormati orang lain.

Biarlah teman-teman kalian mengenal iman kalian melalui kehidupan yang jujur, perkataan yang baik, sikap yang sopan, dan kesediaan untuk menolong.

Jangan hanya berkata bahwa kalian adalah anak Tuhan. Tunjukkanlah melalui cara kalian memperlakukan orang lain.

  1. Jangan Menjauh dari Tuhan Ketika Melakukan Kesalahan

Anak-anakku, tidak ada manusia yang selalu benar dalam setiap tindakan. Kalian mungkin pernah berbohong, melawan orang tua, bertengkar dengan teman, atau melakukan sesuatu yang kemudian kalian sesali.

Namun, kesalahan tidak boleh menjadi alasan untuk terus menjauh dari Tuhan.

Belajarlah mengakui kesalahan, bertobat, meminta pengampunan, dan memperbaiki kehidupan. Jangan menyembunyikan persoalan yang berat hanya karena takut dimarahi atau dipermalukan. Carilah orang tua, pendeta, guru, atau orang dewasa yang dapat dipercaya untuk membantu kalian.

Tuhan menghendaki kalian bertumbuh dalam kebenaran. Pertumbuhan rohani adalah sebuah proses belajar untuk semakin mengenal kehendak Tuhan dan semakin dewasa dalam menjalani kehidupan.

Jika hari ini kalian melakukan kesalahan, jangan menyerah. Bangkitlah, belajarlah dari kesalahan itu, dan teruslah berjalan bersama Tuhan Yesus.

  1. Bangunlah Kebiasaan Rohani Setiap Hari

Anak-anakku, pertumbuhan rohani tidak terjadi hanya dalam satu kali ibadah atau satu kali doa. Pertumbuhan rohani dibangun melalui kebiasaan yang dilakukan dengan setia.

Mulailah dengan lima kebiasaan sederhana:

– Berdoa setiap hari dan mengucap syukur kepada Tuhan.

–  Membaca serta mempelajari Firman Tuhan.

– Mengikuti ibadah dan pelayanan sesuai   dengan usia kalian.

– Menghormati orang tua, guru, dan sesama.

– Melakukan kebaikan serta berani mengakui kesalahan.

Jangan menganggap kebiasaan kecil ini tidak berarti. Jika dilakukan dengan kesungguhan dan disertai bimbingan yang baik, kebiasaan tersebut dapat membantu kalian bertumbuh dalam iman dan karakter.

Ingatlah bahwa tujuan kehidupan Kristen bukan hanya menjadi anak yang dikenal rajin beribadah, melainkan menjadi pribadi yang semakin mengenal Kristus dan belajar hidup menurut kehendak-Nya.

Masa Depanmu Dimulai Dari Hidupmu Bersama Tuhan

Anak-anakku yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,

Jangan sia-siakan masa pertumbuhan kalian. Gunakan masa ini untuk mengenal Tuhan, mencintai Firman-Nya, menghormati orang tua, belajar dengan tekun, menjaga pergaulan, dan membangun karakter yang baik.

Jangan biarkan ajakan teman, tekanan lingkungan, kemarahan, atau keinginan sesaat menjauhkan kalian dari jalan Tuhan.

Ingatlah bahwa kalian berharga di hadapan Tuhan. Hidup kalian memiliki tujuan, dan kalian memiliki kesempatan untuk terus belajar, bertumbuh, serta mengembangkan karunia yang Tuhan berikan.

Jika kalian ingin menjadi pemimpin yang baik pada masa depan, belajarlah bertanggungjawab sejak sekarang. Jika kalian ingin menjadi pelayan Tuhan, mulailah dengan setia dalam hal-hal kecil. Jika kalian ingin menjadi pembawa damai di Tanah Papua, mulailah dengan hidup dalam kasih bersama keluarga dan teman-teman kalian.

Jangan menunggu sampai dewasa untuk mengenal Tuhan. Jangan menunggu sampai menghadapi masalah besar untuk mulai berdoa. Jangan menunggu sampai kehilangan arah untuk kembali mencari kehendak-Nya.

Datanglah kepada Tuhan Yesus sejak sekarang. Bangunlah imanmu sejak kecil. Jagalah hatimu, pikiranmu, perkataanmu, dan pergaulanmu. Hiduplah dalam kebenaran Firman Tuhan.

Sebab, anak-anak yang dibimbing untuk bertumbuh dalam Kristus hari ini dapat menjadi generasi yang membawa kasih, pengharapan, dan damai sejahtera bagi gereja, keluarga, dan Tanah Papua pada masa mendatang.

Menangkan anak, selamatkan generasi!

Anak-anak yang bertumbuh dalam pengenalan akan Kristus adalah generasi yang sedang dipersiapkan untuk menjalani kehidupan dengan iman, kasih, hikmat, dan tanggung jawab.

Nas penutup: 1 Timotius 4:12 (TB)

“Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.”

Tuhan Yesus memberkati setiap anak yang sedang bertumbuh dalam iman kepada-Nya. Amin. **

 

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.