TPNPB Ingatkan Agen Intelijen Militer Indonesia Hentikan Aktivitas di Area Operasi
Dalam pernyataannya, TPNPB mengancam akan melakukan tindakan eksekusi terhadap pihak-pihak yang tetap terlibat dalam kegiatan pembangunan di wilayah yang mereka klaim sebagai area operasi.
“Kami tidak butuh pembangunan di Papua oleh pemerintah kolonialisme Indonesia. Kami hanya mendesak kepada Presiden Prabowo Subianto dan jajarannya agar dapat menyelesaikan akar persoalan konflik di Papua selama 64 tahun dan Indonesia harus mengakui kemerdekaan bangsa Papua pada 1 Desember 1961,” tulis Sebby.
Menurut TPNPB, apabila Pemerintah Indonesia tetap mengabaikan tuntutan tersebut, maka konflik bersenjata akan terus berlanjut hingga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) turun tangan dalam penyelesaian persoalan di Tanah Papua.
Sebby juga mengklaim penembakan terhadap lima orang yang disebut sebagai agen intelijen militer Indonesia yang berprofesi sebagai tukang bangunan di Tolikara saat operasi berlangsung pada 2-3 Agustus 2026 merupakan peringatan kepada warga pendatang Indonesia agar meninggalkan wilayah operasi TPNPB.
Selain itu, TPNPB juga mengingatkan masyarakat asli Papua agar tidak bekerja sama dengan aparat militer Indonesia dalam pelaksanaan pembangunan di wilayah mereka.
“Kami dengan tegas menolak pembangunan dan sistem pemerintahan kolonialisme Indonesia di atas Tanah Papua,” katanya. **



