Timika Dalam Kondisi Tidak Baik-Baik Saja! Marianus Dukung Kapolres Proses Hukum Pelaku Kekerasan
Timika,papuaglobalnews.com – Kondisi keamanan di Timika, ibu kota Kabupaten Mimika, Papua Tengah, dinilai sedang tidak baik-baik saja. Dalam beberapa pekan terakhir, terjadi serangkaian kasus kekerasan yang merenggut nyawa sejumlah warga dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Peristiwa pertama terjadi pada 25 Juli 2026. Seorang tukang ojek berinisial S.K. (31) yang hendak mengantar penumpang ditemukan meninggal dunia di Jalan Poros SP 2–SP 5, Lorong Amungsa Indah, samping Jembatan Waker, Kelurahan Pasar Sentral, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika.
Korban ditemukan dengan sejumlah luka sabetan senjata tajam di tubuhnya yang diduga dilakukan oleh Orang Tidak Dikenal (OTK). Hingga kini, aparat kepolisian masih memburu pelaku.
Selang tiga hari kemudian, tepatnya pada 27 Juli 2026, kembali ditemukan jenazah seorang tukang ojek berinisial SM. Foto korban sempat viral di media sosial WhatsApp dengan kondisi anak panah masih tertancap di tubuhnya.
Jenazah korban ditemukan oleh personel Polres Mimika di kawasan hutan sekitar Kali Wania, SP 3, Kelurahan Karang Senang, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Peristiwa kekerasan kembali terjadi lima hari kemudian, Sabtu malam, 1 Agustus 2026. Seorang warga Distrik Kwamki Narama berinisial GW dari Kelompok Dang tewas di tempat setelah tubuhnya terkena puluhan anak panah di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama.
Berdasarkan informasi Kapolsek Kwamki Narama Iptu Yusak Sawaki, peristiwa bermula ketika korban diduga dalam kondisi mabuk setelah mengonsumsi minuman beralkohol. Korban membawa parang dan berlari menuju Kubu Newegalen sehingga dipanah hingga meninggal dunia.
Beberapa jam kemudian, anggota Polsek Kwamki Narama bersama personel Polres Mimika yang menerima laporan masyarakat langsung menuju lokasi kejadian. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Mimika.
Peristiwa memilukan kembali terjadi di kawasan Perumahan Rafflesia Residence 3 Blok M, Jalan Hasanuddin-Irigasi Ujung, Kelurahan Pasar Sentral, Distrik Mimika Baru, pada Minggu, 2 Agustus 2026. Seorang pria berinisial BCP meninggal dunia setelah ditembak oleh oknum anggota Polres Mimika. Berdasarkan informasi yang disampaikan Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak pada Minggu 2 Agustus 2026, peristiwa tersebut dipicu persoalan perselingkuhan.



