Pemberian mahkota ini merupakan sebuah anugerah dan kebanggaan yang sangat besar oleh orang Papua bagi tamu yang datang.

Putra Kamoro ini menilai pemusnahan asesoris burung cenderawasih dengan cara dibakar sangat mencoreng nilai-nilai luhur budaya masyarakat karena berkaitan erat dengan adat dan tradisi orang Papua.

Secara tegas, Marianus meminta agar instansi yang melakukan pembakaran ini segera mempertanggungjawabkan perbuatannya dan diberi tindakan tegas sebagai bentuk efek jerah.

“Kami orang Papua sangat menghargai itu. Kalau negara melarang kita jangan pakai harus dengan alasan yang jelas. Apakah yang masih hidup atau yang sudah mati supaya kita tahu,” katanya.

Atas peristiwa tersebut, Marianus mendesak Presiden Prabowo untuk segera memanggil pihak-pihak terkait yang melakukan pembakaran simbol kebanggaan orang Papua.

Sebagai anak bangsa yang baik hidup di NKRI ini, Marianus berharap agar peristiwa seperti ini jangan sampai terulang kembali karena akibat dari perbuatan sekolompok orang akan berdampat luas kepada masyarakat yang lain.

“Kami orang Papua mempunyai harga diri yang harus sama-sama dijaga dan tidak boleh dicederai. Ini mahkota terbesar bagi orang Papua,” pungkasnya. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.