Sebagai tokoh masyarakat Kamoro, Marianus menaruh harapan besar agar setiap kali TP-PKK Mimika turun ke kampung maupun distrik, mendapat dukungan dari tokoh masyarakat, tokoh agama, perempuan, pemuda, serta pemerintah setempat. Dukungan tersebut penting untuk mengajak kaum perempuan di kampung-kampung agar turut ambil bagian dalam berbagai program pembinaan dan pendampingan guna meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Marianus juga melihat gerakan sosialisasi yang disertai pengembangan program penanaman kelor dalam setiap kunjungan kerja ke distrik sebagai upaya menyiapkan alternatif ketahanan pangan keluarga. Tanaman kelor atau yang biasa disebut “merungge” memiliki kandungan gizi dan protein yang tinggi serta dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan, termasuk sayur bening.

“Kita harap gerakan-gerakan sosial dalam bentuk pendampingan dari TP-PKK Mimika ini dapat memberikan motivasi bagi mama-mama Kamoro dan Amungme dalam mendukung ketahanan pangan keluarga. Selain itu, mereka juga dapat dilatih mengolah pangan lokal seperti sagu, ikan, kepiting, dan udang menjadi makanan yang lebih bervariasi dan mengandung nilai gizi tinggi,” pungkasnya. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.