Hans juga mengeluarkan enam pernyataan sikap dengan mendesak Pemerintah Republik Indonesia  dan semua pihak terkait untuk:

  1. Melakukan penyelidikan yang independen, menyeluruh dan transparan atas peristiwa ini.
  2. Menegakkan hukum secara adil terhadap siapa pun yang terbukti bertanggungjawab sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
  3. Menjamin perlindungan terhadap seluruh warga sipil di Tanah Papua agar tragedi serupa tidak terus berulang.
  4. Mengedepankan pendekatan kemanusiaan, keadilan dan dialog damai dalam menyelesaikan berbagai persoalan di Papua.
  5. Mengevaluasi dan penarikan aparat TNI non organik se tanah Papua.
  6. OPM dan TNI/POLRI hentikan kekerasan atas warga sipil di Tanah Papua.

“Sebagai gereja, kami mengajak seluruh jemaat untuk tidak membalas kekerasan dengan kekerasan, melainkan terus berdoa, menguatkan keluarga yang berduka, serta menjadi pembawa damai di tengah situasi yang penuh penderitaan,” ajaknya.

Pdt. Hans berdoa kiranya Tuhan Yesus Kristus menghibur keluarga yang kehilangan, menyembuhkan mereka yang terluka, dan menghadirkan damai sejahtera serta keadilan bagi seluruh masyarakat di Tanah Papua serta keluarga korban di Amerika. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.