Intan Jaya,papuaglobalnews.com – Dengan hati yang sangat berduka cita dan penuh keprihatinan, Pdt. Dr. Hans Wakerkwa, M.Si., pimpinan Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Sinode Wilayah II Papua Tengah, menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga korban penembakan terhadap warga sipil di Kabupaten Intan Jaya dan warga sipil seorang pilot pesawat misi AMA Capten Nicholas F. Goselin di Kabupaten Yahukimo.

“Kami mengutuk keras tindakan penembakan terhadap warga sipil yang tidak bersenjata, yang telah merenggut nyawa dan melukai martabat kemanusiaan,” kecam Pdt. Hans dalam rilisnya kepada redaksi papuaglobalnews.com pada Jumat 3 Juli 2026.

Hans menyebutkan warga sipil yang menjadi korban merupakan orang-orang yang selama ini sangat dikenalnya yakni;

  1. Ev. Elianus Agimbau, seorang Gembala Umat GKII dan warga sipil.
  2. Oto Sani/Tipagau, warga sipil.
  3. Melkiana Duwitau, seorang ibu hamil delapan bulan juga warga sipil.
  4. Capten Nicholas F. Goselin warga negara Amerika.

Ia menegaskan, setiap manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Karena itu, tidak ada alasan yang dapat membenarkan tindakan kekerasan terhadap warga sipil yang tidak terlibat dalam konflik. Setiap orang yang terlibat dalam konflik bersenjata wajib patuhi prinsip-prinsip hukum humaniter internasional berlaku dalam keadaan apapun dan menghargai serta menghormati hak hidup manusia.

Hans juga mengeluarkan enam pernyataan sikap dengan mendesak Pemerintah Republik Indonesia  dan semua pihak terkait untuk:

  1. Melakukan penyelidikan yang independen, menyeluruh dan transparan atas peristiwa ini.
  2. Menegakkan hukum secara adil terhadap siapa pun yang terbukti bertanggungjawab sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
  3. Menjamin perlindungan terhadap seluruh warga sipil di Tanah Papua agar tragedi serupa tidak terus berulang.
  4. Mengedepankan pendekatan kemanusiaan, keadilan dan dialog damai dalam menyelesaikan berbagai persoalan di Papua.
  5. Mengevaluasi dan penarikan aparat TNI non organik se tanah Papua.
  6. OPM dan TNI/POLRI hentikan kekerasan atas warga sipil di Tanah Papua.

“Sebagai gereja, kami mengajak seluruh jemaat untuk tidak membalas kekerasan dengan kekerasan, melainkan terus berdoa, menguatkan keluarga yang berduka, serta menjadi pembawa damai di tengah situasi yang penuh penderitaan,” ajaknya.

Pdt. Hans berdoa kiranya Tuhan Yesus Kristus menghibur keluarga yang kehilangan, menyembuhkan mereka yang terluka, dan menghadirkan damai sejahtera serta keadilan bagi seluruh masyarakat di Tanah Papua serta keluarga korban di Amerika. **