Puncak Jaya,papuaglobalnews.com – TPNPB-OPM Kodap XXV Yambi mengklaim menemukan satu pucuk senjata SS2 masih aktif yang disebut milik aparat militer Indonesia pada Sabtu, 27 Juni 2026.

Berdasarkan siaran pers III Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB tertanggal Sabtu, 27 Juni 2026, dijelaskan bahwa Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari Panglima TPNPB Kodap XXV Yambi, Brigjen Tengamati Enumbi bersama pasukan TPNPB dari Batalyon 1 Yambi Abualek.

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa pasukan TPNPB mengklaim menemukan satu pucuk senjata SS2 yang disebut merupakan milik aparat militer Indonesia atau Danpos Tigineri yang sebelumnya dilaporkan jatuh dan tenggelam di sebuah kali pada tahun 2023 di Kabupaten Puncak Jaya.

Menurut laporan itu, senjata tersebut ditemukan pada 27 Juni 2026 dan diklaim masih dalam kondisi aktif atau berfungsi normal. Penemuan senjata tersebut, menurut TPNPB, bermula ketika pasukan dari Batalyon 1 Yambi Abualek mendapatkan mimpi yang diyakini sebagai petunjuk dari Tuhan dan alam. Berdasarkan petunjuk tersebut, mereka melakukan pencarian hingga akhirnya mengklaim berhasil menemukan satu pucuk senjata tersebut.

Dalam siaran pers itu juga disebutkan bahwa senjata tersebut kini berada di Markas TPNPB Kodap XXV Yambi di bawah pimpinan Brigjen Tengamati Enumbi, Mayor Mayu Telenggen, dan Komandan Operasi Mayor Lerimayu Enumbi.

TPNPB menyatakan senjata tersebut akan digunakan dalam pertempuran melawan aparat militer Indonesia sebagai bagian dari perjuangan mereka untuk merebut kembali kemerdekaan bangsa Papua yang mereka nyatakan pada 1 Desember 1961.

Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB juga secara resmi menyampaikan imbauan kepada berbagai pihak bahwa TPNPB di 36 Komando Daerah Pertahanan di seluruh Tanah Papua, menurut mereka, dijaga oleh Tuhan, alam, dan leluhur bangsa Papua dalam perjuangan mereka.

Dalam siaran pers tersebut dinyatakan bahwa penemuan senjata SS2 yang diklaim milik Danpos Tigineri merupakan bukti dari petunjuk yang diperoleh melalui mimpi.