Karubaga,papuaglobalnews.com – Intelektual muda tanah Papua Dr Yosua Noak Douw, S.Sos, M.Si, MA, Rabu (12/8) kembali menyuguhkan buku berjudul Papua dari Hati ke Hati, sebuah karya hasil olah intelektualnya sebagai bentuk kecintaan kepada publik tanah Papua dan Indonesia.

Menurut Yosua Douw, buku karyanya ini berisi kepingan opini yang dimuat beberapa media nasional dan lokal dalam setahun terakhir.

Ia merasa gembira, bukunya ini terbit di tengah kemeriahan masyarakat tanah Papua dan Indonesia yang tengah gembira menyambut perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026.

“Saya mengucap syukur kepada Tuhan, buku ini sukses terbit meski melewati proses waktu yang lumayan agak panjang. Saya menyampaikan apresiasi dan terima kepada semua pihak yang membantu proses terbitnya buku ini,” ujar Yosua Noak Douw di Karubaga, kota Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Rabu (12/8).

Menurut Yosua, meski proses mulai dari persiapan sampai terbitnya buku ini hingga menyapa publik tanah Papua dan Indonesia terbilang lumayan lama namun ia merasa bersyukur dan bangga buku karyanya ini bisa berada di tengah publik.

“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wakil Rektor Universitas Cenderawasih, Bapak Prof Dr Fredrik Sokoy, S.Sos, M.Sos yang berkenan menulis pengantar buku ini,” kata Yosua.

Yosua, alumnus Program Doktor Universitas Cenderawasih (Uncen), Jayapura, Papua, menambahkan, catatan Prof Fredrik dalam pengantar ini sangat bernas dan menambah bobot buku. Kesediaan menulis pengantar ini sekaligus menjadi kehormatan bagi Yosua sebagai penulis.

Menurut Yosua yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tolikara, ia juga menyampaikan terima kasih kepada Dr Polykarp Ulin Agan, SVD, akademisi Sekolah Tinggi Teologi KHKT (Kölner Hochschule für Katholische Theologie), Keuskupan Agung Köln, Jerman, yang berkenan menulis Prolog bukunya.

Yosua juga menyampaikan terima kasih kepada Yesaya Sandang, Ph.D, Kepala Program Studi Magister Studi Pembangunan Universitas Kristen Satya Wacana dan Doktor lulusan University of the West of England (UWE) Bristol, Inggris, yang berkenan menulis Epilog buku karyanya tersebut.

“Secara pribadi saya menyampaikan terima kasih kepada Pastor Polykarp Ulin Agan di Köln, Jerman dan Bapak Yesaya Sandang, akademisi di Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga yang berkenan menulis dalam buku ini. Kesediaan keduanya di tengah kesibukan mengajar merupakan bentuk dorongan dan semangat bagi penulis sekaligus dukungan nyata dalam gerakan literasi di tanah Papua,” kata Yosua.

Yosua Noak Douw lahir 18 November 1982 di Karubaga, Tolikara, Papua Pegunungan. Ia menikah dengan gadis pilihannya, Novita Ronsumbre dan dikaruniai anak-anak: Hadasah Douw, Priskila Douw, Yusuf Douw, Beruriah Douw, David Douw, Yuliana Douw, dan Yehoshua Douw.

Yosua lahir dari pasangan suami-isteri Yerry Douw, S.Th, M.Th, MA (Alm) dan Yuliana Agapa. Ayahnya seorang guru dan penginjil, sedang sang bunda adalah ibu rumah tangga. Pasutri ini lama melayani di Papua Pegunungan hingga pensiun.

Yosua masuk SD Negeri Karubaga tahun 1989-1991, SD YPPGI Tulem tahun 1991-1992; SD Inpres Porome, Distrik Kelila, Jayawijaya tahun 1992-1994; SLTP Negeri 2 Wamena, Jayawijaya tahun 1994-1997; dan SMU Negeri 1 Wamena tahun 1997-2000.