Negara Wajib Menghargai Harkat dan Martabat OAP dalam Krisis Kemanusiaan Papua
Timika,papuaglobalnews.com – Pdt. Dominggus Y. Pigay, M.Th, Sekretaris Umum BPHS Sinode GKI Kingmi di Tanah Papua mengharapkan negara wajib melindungi dan menghargai harkat dan martabat masyarakat Orang Asli Papua (OAP) dalam krisis kemanusiaan Papua.
Pernyataan ini Pdt. Dominggus Y. Pigay, M.Th, sampaikan melalui surat pastoral gereja menanggapi peristiwa penembakan ema, warga sipil di Yahukimo pada 18 September 2026 lalu.
“Yang lemah tidak kamu kuatkan, yang sakit tidak kamu obati, yang luka tidak kamu balut, yang tersesat tidak kamu bawa pulang, yang hilang tidak kamu cari, melainkan kamu injak-injak mereka dengan kekerasan dan kekejaman’’ (Yehezkiel 34:4),” tulis Pdt. Dominggus dalam rilisnya kepada redaksi papuaglobalnews.com pada Jumat, 24 September 2026.
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.




















