Korban penikaman TPNPB saat mendapat perawatan medis. (Foto – Istimewa).

Timika,papuaglobalnews.com – Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengklaim bertanggungjawab atas penikaman seorang ASN di Kawasan Jalan Turun Alomoni, ibu kota Ilaga, Kanibal Kabupaten Puncak pada Minggu, 1 November 2026 sekitar pukul 12.57 WIT.

“Kami sudah keluarkan ultimatum bahwa seluruh ASN dan warga Imigran Indonesia yang menjalankan sistem kolonialisme melalui birokrasi segera tinggalkan wilayah operasi TPNPB di seluruh Tanah Papua,” jelas Sebby Sambom selaku Jubir TPNPB dalam siaran pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB yang diterima papuaglobalnews.com, Rabu, 4 November 2026.

Berdasarkan siaran pers tersebut, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi atas peristiwa tersebut dari pasukan TPNPB dibawa pimpinan Titus Murib dan Jeki Murib.

“Kejadian tersebut kami yang lakukan sehingga jika mau kejar kami silahkan aparat militer Indonesia datang ke markas TPNPB di Ilaga,” tulis Sebby.

Sebby juga menegaskan kepada militer teroris Indonesia untuk tidak melakukan penembakan secara sewenang-wenang terhadap warga sipil di Distrik Omukia dan distrik lainnya di Kabupaten Puncak saat operasi militer berlangsung. Karena banyak pengungsi yang sedang mencari perlindungan dan keamanan di wilayah-wilayah hutan saat terjadinya kontak senjata antara TPNPB dengan militer teroris Indonesia selama beberapa tahun lalu dan hingga sekarang masih berada di kamp-kamp pengungsian.

TPNPB juga kembali menegaskan kepada seluruh ASN yang berada di wilayah operasi TPNPB di seluruh Tanah Papua agar segera keluar dari wilayah perang.

TPNPB sebut sejak 14 September 2026 telah mengeluarkan ultimatum kepada seluruh ASN dan pihak-pihak yang terlibat menjalankan sistem pemerintahan di atas tanah Papua.

“Kami siap tembak mati atau eksekusi ditempat saat kedapatan. Karena seluruh ASN yang ada sedang melakukan penjajahan terhadap orang Papua melalui sistem birokrasi atau pemerintahan kolonialisme Indonesia yang dikendalikan oleh Jakarta,” tulis Sebby.

TPNPB mengancam seluruh ASN yang ada di Tanah Papua untuk dtembak mati.

TPNPB secara resmi menegaskan kepada seluruh orang Papua dan warga imigran Indonesia yang bekerja sebagai ASN agar hentikan aktivitasnya di kantor-kantor.

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.