Komoditas utama penyumbang inflasi berasal dari ikan kembung, terong, ikan mumar, beras, udang basah, ikan bawal, minyak goreng, cumi-cumi, wortel, ikan kakap merah, ikan cakalang, kopi bubuk, roti manis, SKM, semangka, gula pasir, SKT, bawang putih, santan jadi, dan kue basah.

Sementara komoditas penyumbang deflasi berasal dari daging babi, tomat, cabai rawit, daging ayam ras, kacang panjang, daun bawang, tahu mentah, penyedap masakan, jeruk nipis, ketimun, kol putih, daging sapi, jahe, kemiri, kentang, dan sawi hijau.

Kelompok pakaian dan alas kaki mengalami deflasi 1,79 persen dengan andil 0,05 persen, terutama dipengaruhi turunnya harga sepatu anak, baju anak stelan, celana pendek pria, sepatu wanita, sandal kulit wanita, sandal kulit pria, dan kaus anak.

Kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga mengalami inflasi 2,38 persen dengan andil 0,34 persen, dipengaruhi kenaikan harga bahan bakar rumah tangga, cat tembok, dan jasa tukang.

Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga mengalami deflasi 1,29 persen, terutama akibat turunnya harga sabun deterjen bubuk dan sabun cair pencuci piring.

Kelompok kesehatan mengalami inflasi 0,95 persen dengan andil 0,04 persen, dipicu kenaikan harga obat resep, obat flu, obat batuk, obat penurun panas, serta obat gosok.

Kelompok transportasi mencatat inflasi tertinggi sebesar 10,63 persen dengan andil 0,93 persen, dipengaruhi kenaikan tarif angkutan udara, harga bensin, mobil, pelumas atau oli mesin, biaya servis kendaraan, perbaikan ringan kendaraan, dan solar.

Kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan mengalami inflasi 0,02 persen, namun tidak memberikan andil signifikan terhadap inflasi.

Kelompok rekreasi, olahraga dan budaya mengalami inflasi 4,55 persen dengan andil 0,03 persen, dipicu kenaikan harga buku tulis, pulpen, dan biaya rekreasi.

Kelompok pendidikan mengalami deflasi 0,15 persen, terutama pada biaya pendidikan menengah.

Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran mengalami inflasi 0,13 persen, namun tidak memberikan andil yang signifikan terhadap inflasi.

Sementara kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi tertinggi sebesar 20,78 persen dengan andil 1,48 persen, terutama disebabkan kenaikan harga emas perhiasan, sabun mandi, popok bayi sekali pakai, parfum, pembalut wanita, pasta gigi, dan bedak. Sedangkan komoditas yang memberikan andil deflasi adalah shampo.

Perbandingan Inflasi Antar Tahun

BPS mencatat inflasi tahunan Timika pada Juli 2026 sebesar 3,28 persen, lebih tinggi dibanding Juli 2025 sebesar 3,16 persen dan Juli 2024 sebesar 3,05 persen.

Sementara inflasi tahun kalender (y-to-d) pada Juli 2026 sebesar 3,18 persen, lebih tinggi dibanding Juli 2025 sebesar 1,93 persen dan Juli 2024 sebesar 2,75 persen. Inflasi bulanan (m-to-m) pada Juli 2026 juga meningkat menjadi 0,26 persen, dibanding Juli 2024 dan Juli 2025 yang masing-masing sebesar 0,23 persen. **