Timika,papuaglobalnews.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika menyebutkan komoditas yang andil penyumbang inflasi bulanan dan tahunan yang dominan yakni  emas perhiasan, angkutan udara, bahan bakar rumah tangga, ikan kembung, terong, bensin, ikan mumar, beras, udang basah, ikan bawal, minyak goreng, cumi-cumi, wortel, ikan kakap merah, mobil, ikan cakalang, kopi bubuk, roti manis, Sigaret Kretek Mesin (SKM), serta pelumas atau oli mesin.

Sedangkan komoditas yang memberikan andil deflasi tahunan meliputi daging babi, tomat, cabai rawit, daging ayam ras, sabun deterjen bubuk, kacang panjang, daun bawang, tahu mentah, penyedap masakan, jeruk nipis, ketimun, kol putih, sepatu anak, sabun cuci piring, daging sapi, jahe, baju anak stelan, kemiri, celana pendek pria, dan shampo.

Informasi ini dirilis oleh BPS Mimika pada 3 Agustus 2026.

Selain inflasi tahunan, BPS juga menyebutkan  inflasi bulanan (m-to-m) dengan komoditas penyumbang terbesar adalah terong, bensin, ikan cakalang, ikan kakap merah, semangka, wortel, jeruk, tahu mentah, ikan kembung, ikan bawal, bawang putih, jagung manis, daging sapi, obat gosok, roti manis, minyak goreng, bayam, tauge, pelumas atau oli mesin, tempe, dan garam.

Selain itu, BPS juga merilis Timika mengalami inflasi Month to Month (m-to-m) sebesar 0,26 persen, inflasi Year on Year (y-on-y) sebesar 3,28 persen, serta inflasi Year to Date (y-to-d) sebesar 3,18 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 116,36.

Secara tahunan (y-on-y), inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada sejumlah kelompok pengeluaran, yakni kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,25 persen; perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 2,38 persen; kesehatan 0,95 persen; transportasi 10,63 persen; informasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,02 persen; rekreasi, olahraga dan budaya 4,55 persen; penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,13 persen; serta perawatan pribadi dan jasa lainnya 20,78 persen.

Sedangkan komoditas yang memberikan andil deflasi bulanan yaitu tomat, daging babi, cabai rawit, cumi-cumi, angkutan udara, cabai merah, bawang merah, ketimun, dan emas perhiasan.

Sementara itu, kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks yaitu pakaian dan alas kaki sebesar 1,79 persen, perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 1,29 persen, serta pendidikan 0,15 persen.

BPS juga mencatat IHK Timika meningkat dari 112,66 pada Juli 2025 menjadi 116,36 pada Juli 2026, sehingga menghasilkan inflasi tahunan sebesar 3,28 persen.

Inflasi Menurut Kelompok Pengeluaran

Kelompok makanan, minuman dan tembakau memberikan andil inflasi tahunan sebesar 0,55 persen.

Kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga menyumbang 0,34 persen, kesehatan 0,04 persen, transportasi 0,93 persen, rekreasi, olahraga dan budaya 0,03 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,01 persen, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang terbesar dengan 1,48 persen.

Sementara kelompok pakaian dan alas kaki menyumbang deflasi 0,05 persen, perlengkapan rumah tangga 0,04 persen, dan pendidikan 0,01 persen.

Kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan tidak memberikan andil yang signifikan.

Rincian Inflasi Menurut Kelompok

Kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami inflasi tahunan 1,25 persen dengan andil 0,55 persen.

Komoditas utama penyumbang inflasi berasal dari ikan kembung, terong, ikan mumar, beras, udang basah, ikan bawal, minyak goreng, cumi-cumi, wortel, ikan kakap merah, ikan cakalang, kopi bubuk, roti manis, SKM, semangka, gula pasir, SKT, bawang putih, santan jadi, dan kue basah.

Sementara komoditas penyumbang deflasi berasal dari daging babi, tomat, cabai rawit, daging ayam ras, kacang panjang, daun bawang, tahu mentah, penyedap masakan, jeruk nipis, ketimun, kol putih, daging sapi, jahe, kemiri, kentang, dan sawi hijau.

Kelompok pakaian dan alas kaki mengalami deflasi 1,79 persen dengan andil 0,05 persen, terutama dipengaruhi turunnya harga sepatu anak, baju anak stelan, celana pendek pria, sepatu wanita, sandal kulit wanita, sandal kulit pria, dan kaus anak.

Kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga mengalami inflasi 2,38 persen dengan andil 0,34 persen, dipengaruhi kenaikan harga bahan bakar rumah tangga, cat tembok, dan jasa tukang.

Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga mengalami deflasi 1,29 persen, terutama akibat turunnya harga sabun deterjen bubuk dan sabun cair pencuci piring.

Kelompok kesehatan mengalami inflasi 0,95 persen dengan andil 0,04 persen, dipicu kenaikan harga obat resep, obat flu, obat batuk, obat penurun panas, serta obat gosok.

Kelompok transportasi mencatat inflasi tertinggi sebesar 10,63 persen dengan andil 0,93 persen, dipengaruhi kenaikan tarif angkutan udara, harga bensin, mobil, pelumas atau oli mesin, biaya servis kendaraan, perbaikan ringan kendaraan, dan solar.

Kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan mengalami inflasi 0,02 persen, namun tidak memberikan andil signifikan terhadap inflasi.

Kelompok rekreasi, olahraga dan budaya mengalami inflasi 4,55 persen dengan andil 0,03 persen, dipicu kenaikan harga buku tulis, pulpen, dan biaya rekreasi.

Kelompok pendidikan mengalami deflasi 0,15 persen, terutama pada biaya pendidikan menengah.

Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran mengalami inflasi 0,13 persen, namun tidak memberikan andil yang signifikan terhadap inflasi.

Sementara kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi tertinggi sebesar 20,78 persen dengan andil 1,48 persen, terutama disebabkan kenaikan harga emas perhiasan, sabun mandi, popok bayi sekali pakai, parfum, pembalut wanita, pasta gigi, dan bedak. Sedangkan komoditas yang memberikan andil deflasi adalah shampo.

Perbandingan Inflasi Antar Tahun

BPS mencatat inflasi tahunan Timika pada Juli 2026 sebesar 3,28 persen, lebih tinggi dibanding Juli 2025 sebesar 3,16 persen dan Juli 2024 sebesar 3,05 persen.

Sementara inflasi tahun kalender (y-to-d) pada Juli 2026 sebesar 3,18 persen, lebih tinggi dibanding Juli 2025 sebesar 1,93 persen dan Juli 2024 sebesar 2,75 persen. Inflasi bulanan (m-to-m) pada Juli 2026 juga meningkat menjadi 0,26 persen, dibanding Juli 2024 dan Juli 2025 yang masing-masing sebesar 0,23 persen. **