Timika,papuaglobalnews.com – Konferensi Sinode Ke IV Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Wilayah II Papua Tengah dimulai. Acara ini dirangkaikan dengan peresmian Graha GKII Wilayah II Papua Tengah di Mayon, Distrik Kuala Kencana Kabupaten Mimika pada Selasa 13 Oktober 2026 sekitar pukul 10.00 WIT. Konferensi ini akan berlangsung hingga Minggu 18 Oktober 2026 di Graha GKII yang barusan diresmikan.

Prosesi peresmian graha berukuran 30 x 55 meter persegi yang sangat megah berdiri kokoh di Jalan Trans Nabire itu dihadiri Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley bersama rombongan. Diantaranya, Bupati Puncak Elvis Tabuni, Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong, Kapolres Puncak AKBP Domingos De Fatima Ximenes, Pj. Sekda Puncak Nenu Tabuni, Wakil Bupati Intan Jaya Elias Igapa, anggota MRP, DPRP dan Dandim 1717 Puncak. Kedatangan rombongan Wagub Deinas disambut oleh Ketua Sinode GKII Wilayah II Papua Tengah Dr. Pdt. Hans Wakerkwa, M.Si, Ketua panitia Thomas Tabuni, Wakil Ketua Harian panitia Pdt. Theis dan Sekretaris Panitia Moses Wakerkwa.

Pdt. Hans Wakerkwa kemudian memakaian mahkota  kepada kepala Wagub Deinas, Bupati Puncak Elvis Tabuni, Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong dan undangan lainnya.

Wagub Deinas bersama rombongan menyalami para penari satu persatu yang tengah berdiri di sisi kiri dan kanan.

Usai menyalami penari, Wagub bersama rombongan menuju pelataran pintu utama Graha GKII Wilayah II Papua Tengah untuk pengguntingan pita.

Sebelum pengguntingan pita, Pdt. Hans Wakerkwa memimpin doa syukur.

Di momen pengguntingan pita untuk meresmikan Graha GKI ini Pdt. Hans Wakerkwa menyerahkan gunting kepada Wagub Deinas dan Bupati Puncak Elvis Tabuni. Namun Wagub Deinas mengembalikan gunting kepada Pdt. Hans Wakerkwa sebagai pelayan jemaat untuk meresmikan.

Deinas beralasan pemerintah hadir hanya bertugas membantu melayani secara umum dan memberikan sambutan berkaitan dengan pemerintahan. Sedangkan berhubungan peresmian fasilitas gereja itu menjadi tugas perutusan dan tanggungjawab hamba Tuhan.

Atas alasan itu, Pdt. Hans menerima kembali gunting untuk menggunting pita. Bupati Puncak Elvis Tabun meskipun memegang gunting didampingi Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong hanya menyentuh pita. Usai menggunting pita rombongan Gubernur masuk melihat kemegahan Graha GKII kemudian dilanjutkan dengan ibadah syukur pembukaan konferensi Sinode IV GKII Wilayah II Papua Tengah.

Pada konferensi ini mengusung tema nasional “Bertumbuh Bersama” Efesus 4:15-16. Sub tema : Melalui Konferensi Sinode IV GKII Wilayah II Papua Tengah Berkomitmen Bertumbuh Bersama Secara Holistik Menuju Satu Abad Tahun 2028, Yesaya:40:31.

Pada momen penuh suka cita itu panitia memutar film dokumenter awal benih injil tumbuh di Kabupaten Puncak dengan kedatangan para misionaris. Juga mengisahkan tantangan terjadinya perpecahan di tubuh GKII dan masyarakat menghadapi situasi konflik bersenjata serta pengungsi akibat trauma. Namun gereja tetap berdiri kokoh mendampingi memberi penguatan iman jemaat hingga saat ini dengan tagline “Injil diberitakan, gereja dikuatkan dan budaya dilestarikan.”

Peserta yang hadir dalam kegiatan ini utusan dari 28 klasis berjumlah 560 orang.

Menyukseskan konferensi ini didukung anggaran senilai Rp4.726.141.000. Besaran dana ini bersumber dari bantuan kaum profesi Rp2 miliar, Pemerintah Kabupaten Puncak Rp1,5 miliar, Pemerintah Kabupaten Mimika Rp500 juta, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya Rp500 juta, Sekda Puncak Rp100 juta dan sumbangan dari 28 klasis masing-masing Rp10 juta dengan total Rp280 juta.

Sementara anggaran untuk merampungkan pembangunan Graha GKII sejak tahun 2023-2026 sebesar Rp8,5 miliar lebih dari yang ditargetkan oleh konsultan senilai Rp13 miliar. Menekannya anggaran yang dikeluarkan dalam kebutuhan pembangunan itu dimana sebagian pekerjaan ditangani sendiri oleh jemaat.

Sumber dana dalam pembangunan ini berasal dari bantuan Pemerintah Provinsi Papua Tengah semasa Pj. Gubernur, Ribka Haluk Rp500 juta, Pemkab Mimika Rp 500  juta, YPMAK Rp1 miliar, Kabupaten Puncak Rp3,5 miliar, dari kas sinode pada Rapat Kerja pertama Rp700 juta dan Raker kedua Rp800 juta. Graha GKI ini dilengkapi empat kamar mandi, videotron, kursi, AC serta fasilitas pendukung lainnya. Saat ini jumlah Jemaat GKII Wilayah II Papua Tengah 161 ribu jiwa.

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.