Timika,papuaglobalnews.com – Kurang lebih 161 ribu jiwa Jemaat Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Wilayah II Papua Tengah kini dalam suasana hati penuh sukacita. Mengapa sukacita? Karena dalam rentan waktu empat hari kedepan para perwakilan yang berjumlah 560 dari 28 klasis akan melaksanakan Konferensi Sinode Ke IV pemilihan Ketua Sinode GKII Wilayah II Papua Tengah yang baru serta badan pengurusnya sekaligus membahas rencana kerja untuk lima tahun kedepan. Semakin menambah rasa cukacita dengan diresmikan Graha GKII Wilayah II Papua Tengah pada Selasa 13 Oktober 2026.

Rangkaian acara konferensi ini akan diakhir dengan ibadah syukur bersama pada Minggu 18 Oktober di Graha GKII.

Dalam momen suka cita ini ada pesan, kesan dan harapan serta doa dari Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley untuk Jemaat GKII.

Deinas Deley mengawali sambutan menjelaskan awal Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) yang dahulu dikenal sebagai KINGMI (Kemah Injil Masehi Indonesia) masuk ke Tanah Papua pada 13 Januari 1939, melalui pelayanan Misi C dan MA (Christian and Missionary Alliance) oleh C. Russell Deibler dan rekan-rekannya yang tiba di Danau Paniai (Wissel). Daerah ini semua masih hutan belantara, tanpa kendaraan dan handphone atau Single Sideband (SSB). Dalam perjalanan pelayanan hinggga masuk ke Ilaga, Kabupaten Puncak, Intan Jaya, Timika dan wilayah Papua lainnya.

Kepada seluruh Jemaat GKII, Deinas mengajak untuk bersyukur atas rahmat pewartaan injil ini yang dibawakan oleh para misionaris barat hingga masuk di tanah Papua. Ia tidak bisa membayangkan jika tanpa ada misi pelayanan injil yang masuk di Tanah Papua.

“Kira-kira kita ini jadi sepeti apa. Maka kita harus bersyukur ada misionaris yang mau datang. Karena pada saat itu tidak ada HP dan SSB untuk komunikasi”, tanya Deinas dalam nada refleksi.

Ia mengatakan para misionaris tiba di tanah Papua membawa warta suka cita injil berkat pertolongan serta bimbingan Allah Bapa Sang Pencipta langit dan bumi sendiri.

Ia juga mengungkapkan dalam konferensi sinode ini untuk memilih Ketua Sinode yang baru untuk lima tahun kedepan. Calon yang terpilih itu artinya menang dan calon yang tidak terpilih artinya kalah.

Ia berpesan bagi calon yang kalah harus miliki sikap “legowo” menerima hasil jangan lagi menjadi provokator untuk provokasi anggota jemaat yang lain membuat perpecahan di dalam tubuh GKII itu sendiri.

Deinas memberikan penekanan agar yang kalah menerima hasil dengan hati iklas mengingat sewaktu masih berada di wilayah Papua, GKII sudah terjadi perpecahan, sehingga lewat pengalaman itu diharapkan jangan terulang dan terjadi lagi.

“Hasil yang diinginkan dari konferensi ini jangan ada pecah belah. Kalau masing-masing kita pecah belah lalu umat ini mau dibawa ke mana untuk masuk surga?” tanya Deinas.

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.