Ini Pesan dan Harapan Wagub Deinas Geley pada Konferensi Sinode IV GKII Wilayah II Papua Tengah
Deinas mengingatkan kepada pemimpin harus benar-benar menjaga hal itu dengan baik untuk tetap bersatu.
Ia juga memuji bangunan aula GKII yang sangat besar dan megah ini baru pertama kali dilihatnya sepanjang sejarah ada di tanah Papua.
Ia mengutip kata-kata firman Tuhan dari bacaan Matius 6:33-34, “carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu”, Matius 24:35.
Deinas juga menegaskan di mata Tuhan semua manusia sama tetapi di mata manusia ada perbedaan untuk saling memberi hormat. Ada Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta lainnya.
Untuk itu, ia mengajak semua warga GKII untuk tetap bersatu.
Kesempatan itu, Deinas juga mengingatkan kepada generasi muda GKII untuk hentikan kebiasaan minum mabuk alkohol. Karena angka kematian masyarakat Papua saat ini cukup tinggi belakangan ini.
“Gereja ini dibangun banyak dan besar-besar untuk siapa jika tidak ada manusia GKII. Maka tugas pendeta untuk selamatkan dan memanusiakan manusia yang ada untuk kembali ke jalan kebenaran. Usia manusia ini paling lama 75 tahun jika kuat Tuhan pelihara hingga 80 tahun,” pesannya.
Selain meminta hentikan konsumsi alkohol karena merusak kesehatan dan kematian, Deinas juga mengajak kaum muda GKII setia pada pasangan, jauhkan seks dan pergaulan bebas, sebab tingkat kematian tertinggi di Papua karena HIV-Aids.
Untuk menguatkan iman dalam menjauhkan hal-hal negatif, Deinas mendorong kepada para pemimpin gereja untuk mengusulkan program kegiatan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) kepada pemerintah supaya diadakan di Papua Tengah. Sebab dalam membangkitkan iman dan mengarah pada keselamatan gereja tidak bisa bekerja sendiri, begitupun pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang adil, merata dan sejahtera tidak bisa berjalan sendiri. Keduanya musti berjalan berdampingan.
“Membawa manusia pada keselamatan menuju surga tugas para pendeta dan hambat Tuhan. Harus ada waktu berhenti, ada waktu rem dan nasehat. Itu tugas hamba Tuhan,” katanya.
Mengakhiri sambutannya, Deinas menitipkan pesan kepada pemimpin baru Sinode GKII siapapun yang terpilih menyiapkan calon-calon kader generasi GKII untuk menjadi pemimpin masa depan gereja. **
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.









