Intan Jaya,papuaglobalnews.com – RD. Yance Yanuarius Yogi, Pr, pimpinan Gereja Katolik Dekenat Moni-Puncak Keuskupan Timika mengakui dirinya bersama pimpinan perusahaan PJP dalam mobil perjalanan menuju Paroki Tigi Intan Jaya ditembaki.

Penegasan ini RD. Yance sampaikan dalam orasinya saat aksi demo damai mahasiswa yang berlangsung di Lapangan Yokatapa Kabupaten Intan Jaya pada Sabtu 4 Juli 2026.

Seperti dalam rekaman video berdurasi 3 menit 44 detik yang viral di grup whatsapp Komisariat Daerah (Komda) Pemuda Katolik Wilayah Papua Tengah, RD. Yance menegaskan masih merasa bersyukur dalam pristiwa tersebut dirinya tidak terkena tembakan.

“Kalau kemarin saya ditembak, tidak tau lagi apa yang terjadi hari ini di Intan Jaya,” tegas RD Yance di hadapan masa pendemo dan aparat TNI-Polri.

Yance secara terbuka menyampaikan apabila aparat TNI-Polri menyebut bahwa kehadiran untuk mengawal Proyek Strategis Nasional (PSN) harus dihentikan.

“Stop abunawas. Pastor saja ditembaki, Pendeta ditembaki. Nanti apa yang terjadi di daerah ini,” kritiknya.

Menurutnya, soal pengamanan bukan dengan cara seperti begini harus  menerapkan pendekatan secara humanis.

“Baru tamatan SMA, baru latihan saja dari luar Papua, langsung dikirim penugasan ke Papua,” sesalnya.

Menurut RD Yance dalam menjalankan tugas harus membangun koordinasi secara baik dengan pimpinan aparat setempat yakni Dandim dan Kapolres yang memiliki wilayah. Selain itu turun di lapangan berkoordinasi dan memperkenalkan diri dengan tokoh gereja, kepala desa dan kepala dusun.