2000 Jemaat GKII Papua Tengah Ikut Ibadah Gabungan, Ketum GKII Pusat Ajak Kampanye Pertobatan, Kerendahan Hati, Doa KKR dan Hentikan Perang
Timika,papuaglobalnews.com – Sekitar 2000 ribu Jemaat Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Wilayah II Papua Tengah dari 28 klasis yang tersebar di Kabupaten Mimika, Puncak dan Intan Jaya melaksanakan ibadah syukur gabungan berlangsung di Graha GKII di Jalan Mayon, Kuala Kencana Kabupaten Mimika, Minggu 18 Oktober 2026. Ibadah gabungan ini sebagai bagian dari menutupi seluruh rangkaian acara Konferensi Sinode IV GKII Wilayah II Papua Tengah yang berlangsung dari tanggal 13-17 Oktober 2026. Dalam konferensi ini peserta berhasil memilih Pdt. Dr. Hans Wakerkwa, M.Si, untuk kedua kalinya sebagai Ketua GKII Wilayah II Papua periode 2026-2031.
Dalam ibadah gabungan ini doa pembukaan dipimpin oleh Pdt. Ham Bagau, Wakil Ketua Sinode, Doa Safaat oleh Pdt. Wiliam Soleiman, M.Th.
Momen ibadah ini panitia, perwakilan peserta konferensi Kabupaten Mimika, Kabupaten Puncak dan Intan Jaya mengisi lagu pujian masing-masing dalam bahasa daerah.
Hadir pada ibadah ini Pj. Sekda Puncak Nenu Tabuni, Ketua DPRK Puncak yang juga Ketua panitia Thomas Tabuni dan ketua-ketua daerah.
Pdt. Hussain Shaz Diman, S.Th., S.H., M.H., M.Ag selaku Ketua Umum GKII Pusat dalam pesan firman Tuhan menyampaikan dengan suksesnya Konferensi Sinode IV GKII Wilayah II Papua Tengah ini sekaligus mulai mengkampanyekan dan menetapkan pertobatan, merendahkan hati serta berseru kepada Tuhan melalui doa untuk Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) da hentikan perang untuk saling membunuh di Tanah Papua.
Ia merasa sangat tersentuh melihat suasana diakhir konferensi ada tradisi bakar batu yang ditampilkan oleh semua jemaat. Itu semua menunjukan sebuah sikap hati dan ungkapan ekspresi kegembiraan jemaat kepada Tuhan yang datang membawa berkatnya dalam bentuk apapun tanpa ada paksaan untuk dirayakan bersama dan bersuka cita bersama dalam membangun kebersamaan.
Pdt. Hussain mengutip Mazmur 117:1-2. Pasal 117: 1 Pujilah TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa! 117:2 Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan TUHAN untuk selama.
Dengan Mazmur ini, Pdt. Hussain menegaskan Tuhan untuk segala bangsa tanpa pandang warna kulit, rambut, bentuk wajah dari segala suku bangsa dan segala penjuru bumi karena semua manusia berasal dari leluhur yang sama yakni Adam dan Hawa. Namun dalam keturunannya terjadi penyebaran ke mana-mana dengan membentuk berbagai suku namun itu bukan untuk menciptakan sebuah perbedaan diantara sesama umat manusia.
Tuhan menciptkan beragam warna kulit, rambut, suku dan bangsa dengan tujuan hanya satu mengekspresikan suka cita dan syukur kepada-Nya. Kerinduan terbesar dan terdalam dari sang pencipta langit dan bumi adalah adanya ungkapan syukur dari segala suku dan bangsa kepada-Nya. Dengan demikian tradisi bakar batu yang terus dihidupi masyarakat Papua hingga saat ini menjadi bagian penting dari ekspresi suku cita dan syukur kepada-Nya.
Ia juga menambahkan Tuhan menciptakan manusia sesuai gambar dan rupa-Nya sendiri. Tuhan melengkapi manusia sebagai ciptaan yang unggul dan luhur dari ciptaan lain agar serupa dengan diri-Nya. Ini semua supaya manusia dapat menguasai seluruh isi alam raya ini, memeliharanya, melindungi dengan tanpa adanya permusuhan, perselisihan, pertengkaran dan dosa.
Ia juga menegaskan Tuhan menciptakan manusia sejak permulaan tanpa akhir untuk memperoleh hidup yang kekal meskipun sudah mati. Yang mati hanyalah tubuh fanah sementara roh atau jiwa akan terus hidup selama-lamanya, sebab kematian hanya sebuah proses peralihan fisik ke non fisik menuju kehidupan yang kekal. Sebab kehidupan manusia dihembuskan oleh nafas kehidupan Allah sendiri untuk selama-lamanya. Sementara ciptaan lain hanya permulaan kehidupan setelah itu berakhir dengan kematian dan binasah.
Untuk itu, kepada seluruh Jemaat GKII, ia mengajak untuk memberikan waktu khusus 15 menit dalam sehari, satu hari dalam seminggu dan satu hari penuh untuk sebulan berdoa, berpuasa kepada Tuhan untuk memohon pemulihan dan pertobatan atas situasi dunia, termasuk Papua yang hari-hari ini dalam kondisi lagi tidak baik-baik saja.
Karena Tuhan sendiri telah memberikan putra-Nya sendiri untuk disalibkan demi menyelamatkan dosa manusia yang ada di Papua, di Kalimantan dan seluruh penjuru dunia.
Kaitan dengan ini, ia mengajak semua pihak dalam menghadapi setiap persoalan perlu diselesaikan melalui jalan dialog dan diskusi, musyawarah dan mufakat di dalam terang kasih Bapa-Nya.
Ia juga menekankan supaya hentikan tradisi atau budaya perang suku, saling dengki, saling membunuh dan curiga, jika terus dipertahankan akan membawa penyesalan bagi diri sendiri dikemudian hari. Tugas orang-orang beriman saat ini membangun kesejahteraan, membangun masa depan generasi penerus Papua di tanah ini agar suatu waktu menjadi pemimpin di daerah ini.
“Karena ego pribadi, ego suku, ego kelompok lalu kita saling bunuh diantara sesama kita sendiri,” tegasnya.
Ia juga menyebutkan sesuai data Kementerian Agama RI jumlah masyarakat Orang Asli Papua (OAP) sekitar 2,28 juta jiwa dari total populasi se-Tanah Papua yang mencapai kurang lebih 5,79 juta.
Jumlah OAP yang sedikit ini jika terus terjadi saling perang suku dan saling membunuh cepat atau lambat dalam kurang waktu 10 tahun akan datang akan habis.
Ia menegaskan dengan terus mempertahankan ego suku, ego pribadi dan ego kelompok untuk saling membunuh justru disitulah telah memelihara kehancuran menuju kepunahan masyarakat Papua.
Di momen penuh syukur itu, Pdt. Hussain mengajak semua Jemaat GKII untuk membangun komitmen dan berjanji kepada Tuhan dalam menyelesaikan segala sesuatu dengan cara kasih Kristus serta terus bersekutu dengan Tuhan.
Ia memberikan peneguhan hanya lewat bersekutu dengan Kristus akan memperoleh jalan keselamatan yang kekal.
Karena dalam hidupnya banyak mengalami mujizat sehingga dalam melayani jangan mengandalkan kekuatan manusia tetapi lebih kepada kehendak Allah sendiri.
Sementara Pdt. Dr. Hans Wakerkwa, M.Si, Ketua Sinode GKII Wilayah II Papua Tengah mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah turut ambil bagian menyumbangkan materi dalam bentuk uang, babi, patatas, keladi dan ubi kayu dalam menyukseskan pelaksanaan Konferensi Sinode IV GKII Wilayah II Papua Tengah.
Sebagai gembala yang dipercayakan mengemban tugas Ketua Sinode, Pdt. Hans menyerahkan seluruh usaha, pemberian dan jerih payah dari semua jemaat, Pemerintah Kabupaten Mimika, Kabupaten Puncak, Kabupaten Intan Jaya, para pendeta dan panitia kepada penyelenggaraan Tuhan untuk membalasnya.
Perlu diketahui saat ini jumlah Jemaat GKII Wilayah II Papua Tengah sebanyak 161 ribu jiwa. **
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.









