Parahyangan: hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan (Ida Sang Hyang Widhi Wasa),

Pawongan: hubungan harmonis antara manusia dengan sesama manusia,

Palemahan: hubungan harmonis antara manusia dengan lingkungan alam.

Menariknya, dalam perayaan tahun ini, kegiatan turut melibatkan pemuda lintas agama yang akan ikut serta dalam pawai mengelilingi Kota Timika sekitar pukul 17.00 WIT sebagai wujud toleransi dan kebersamaan.

Acara ini rencananya dihadiri Bupati Mimika Johannes Rettob, Wakil Bupati Emanuel Kemong, unsur Forkopimda, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta umat Hindu dari wilayah dataran rendah hingga Tembagapura.

I Nyoman Dwitana pun mengajak seluruh masyarakat Mimika untuk memberikan dukungan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan penuh makna. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.