Timika,papuaglobalnews.com – Dalam suasana penuh syukur dan suka cita, umat Hindu di Kabupaten Mimika merayakan Tawur Agung Kesanga pada Rabu, 18 Maret 2026 hari ini. Kegiatan ini dipusatkan di Lapangan Eks Pasar Swadaya, Jalan Yos Sudarso, dimulai pukul 15.00 WIT.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Mimika, I Nyoman Dwitana, menjelaskan bahwa Tawur Agung Kesanga merupakan upacara suci yang dilaksanakan sehari sebelum Hari Raya Nyepi, tepatnya pada Tilem Kesanga. Upacara ini bertujuan untuk menyucikan alam semesta (Bhuana Agung) dan diri manusia (Bhuana Alit).

“Ritual ini bertujuan menyeimbangkan unsur Panca Mahabhuta, mengembalikan sari-sari alam, serta mengharmoniskan hubungan dengan Bhuta Kala,” jelasnya kepada papuaglobalnews.com, Rabu 18 Maret 2026.

Ia menerangkan Bhuta Kala merupakan konsep filosofis dalam Hindu yang menggambarkan kekuatan energi alam yang bersifat negatif atau destruktif akibat ketidakseimbangan unsur alam. Secara simbolis, Bhuta Kala sering digambarkan sebagai sosok raksasa.

Menurut Nyoman, pelaksanaan Tawur Agung Kesanga juga menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Raya Nyepi yang berlandaskan ajaran Tri Hita Karana, yaitu tiga penyebab terciptanya kebahagiaan dan keharmonisan hidup.

Tri Hita Karana mencakup tiga hubungan utama, yakni:

Parahyangan: hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan (Ida Sang Hyang Widhi Wasa),

Pawongan: hubungan harmonis antara manusia dengan sesama manusia,

Palemahan: hubungan harmonis antara manusia dengan lingkungan alam.

Menariknya, dalam perayaan tahun ini, kegiatan turut melibatkan pemuda lintas agama yang akan ikut serta dalam pawai mengelilingi Kota Timika sekitar pukul 17.00 WIT sebagai wujud toleransi dan kebersamaan.

Acara ini rencananya dihadiri Bupati Mimika Johannes Rettob, Wakil Bupati Emanuel Kemong, unsur Forkopimda, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta umat Hindu dari wilayah dataran rendah hingga Tembagapura.

I Nyoman Dwitana pun mengajak seluruh masyarakat Mimika untuk memberikan dukungan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan penuh makna. **