Pelajar SMA-SMK OAP Tergabung dalam Solidaritas Pelajar Timika Demo Damai Tuntut Penambahan Kuota Beasiswa ADik dan ADem
Massa saat melakukan longmarch dalam aksi demo damai menuju Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Kamis 30 April 2026. (Foto – Istimewa).
Timika,papuaglobalnews.com – Puluhan pelajar SMA-SMK khusus Orang Asli Papua (OAP) dari lima suku kekerabatan yakni Dani/Lani, Damal, Mee, Nduga, dan Moni di Kabupaten Mimika Papua Tengah yang tergabung dalam Solidaritas Pelajar Timika menggelar aksi demo damai.
Aksi tersebut dilakukan untuk menuntut penambahan kuota beasiswa program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) dan Afirmasi Pendidikan Menengah (ADem) bagi lulusan tahun 2026, dari 100 orang menjadi 500 orang.
Aksi berlangsung di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Jalan Poros SP2, Kamis, 30 April 2026.
Kedatangan para pendemo disambut langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Mimika, Antonius Welerubun, didampingi Sekretaris Dinas, Cahyono Balubun, serta staf di halaman kantor.
Dalam aksi tersebut, para pelajar OAP mengenakan seragam sekolah putih abu, Pramuka, serta pakaian bebas.
Massa melakukan longmarch secara tertib dari Jalan Poros SP2 menuju Kantor Dinas Pendidikan dengan hanya membentangkan tali rafia sebagai pembatas jalan, sehingga tidak mengganggu aktivitas kendaraan.
Mereka juga membentangkan spanduk bertuliskan: “Solidaritas Pelajar Timika Menuntut Hak Kami, Penambahan Kuota Beasiswa ADik dan ADem 2026.”
Seorang orator dalam aksi tersebut dengan pengeras suara menyampaikan bahwa tuntutan utama mereka adalah penambahan kuota beasiswa.
Menurutnya, jika kuota 100 orang diberlakukan secara merata tidak menjadi masalah. Namun, dengan jumlah SMA dan SMK di Timika yang cukup banyak, kuota tersebut dinilai belum mencukupi.
Ia juga mengkhawatirkan adanya ketimpangan dalam penerimaan, di mana kuota beasiswa lebih diprioritaskan kepada suku Amungme, Kamoro, dan anak-anak peranakan, sehingga berpotensi mengabaikan pelajar dari lima suku kekerabatan lainnya.














