Timika,papuaglobalnews.com – TPNPB Kodap XVI Yahukimo mengklaim tiga unit helikopter militer Indonesia lakukan penembakan dari udara saat operasi militer di pemukiman warga sipil di Korowai, Kabupaten Yahukimo pada Kamis 23 Juli 2026. Dampak dari operasi itu TPNPB menyebutkan ibu hamil, anak-anak dan lansia terpaksa lari mengsungsi mengungsi di sejumlah tempat yang aman, namun belum diketahui berapa banyak korban jiwa.

Informasi ini berdasarkan siaran pers manajemen markas pusat Komnas TPNPB yang dikeluarkan Jubir TPNPB-OPM Sebby Sambom, Kamis, 23 Juli 2026.

Sebby menjelaskan dirinya menerima laporan resmi dari pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo dari Batalyon HSSBI.

Dalam laporan itu disampaikan bahwa pada hari Kamis, 23 Juli 2026 aparat militer Indonesia telah melakukan operasi militer melalui udara menggunakan tiga unit helikopter militer lalu melakukan penembakan brutal dari udara ke areal pemukiman warga sipil di Korowai.

Sebby menjelaskan dalam operasi udara dan penembakan brutal tersebut mengakibatkan warga sipil yang berada di Korowai, perbatasan Yahukimo dan Boven Digoel mengungsi ke hutan.

Sebby juga menyampaikan berdasarkan laporan PIS TPNPB banyak ibu hamil, anak-anak dan lansia mengungsi dan warga sipil yang menjadi korban penembakan belum terdata.

Berdasarkan laporan TPNPB, sebut Sebby bahwa operasi militer Indonesia tersebut dan penembakan secara brutal tanpa adanya tembakan perlawanan oleh pasukan TPNPB, sehingga aparat militer Indonesia diminta segera hentikan penembakan brutal.

Selain itu lanjut Sebby, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB meminta kepada aparat militer Indonesia untuk tidak melakukan penembakan brutal terhadap  warga sipil di Korowai saat operasi udara masih terus berlangsung. Karena penembakan tersebut hanya mengakibatkan korban bagi warga sipil terutama anak-anak, ibu hamil dan lansia.

Sebby juga sampaikan kepada semua pihak agar segera memberikan bantuan kemanusiaan terhadap warga sipil yang sedang mengungsi di Korowai pada 23 Juli 2026 akibat dari operasi militer Indonesia.

“Kami juga menegaskan kepada Presiden Prabowo Subianto, Panglima TNI Agus Subyanto dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin agar hentikan penggunaan senjata berat dalam operasi militer di Tanah Papua. Karena penggunaan senjata berat berupa Helikopter Militer, RPG, Drone dan lainnya hanya mengorbankan warga sipil yang tak bersalah. Karena operasi tersebut hanya menyasar ke pemukiman warga sipil dan hal tersebut kembali terjadi terhadap warga sipil di Korowai hingga terjadi korban jiwa dan pengungsian secara besar-besaran,” jelas Sebby.

Sebby juga mendesak kepada Presiden Prabowo Subianto agar hentikan operasi militer di pemukiman warga sipil.

Hingga berita ini dipublis belum mendapat tanggapan resmi dari pihak berwenang. **