Dikatakan, TPNPB Kodap XVI Yahukimo tidak segan-segan eksekusi mati Banpol, BIN, Bais, Komcad dan seluruh agen intelijennya di wilayah operasi TPNPB.

Sebby juga mengklaim berdasarkan laporan Mayor Kopitua Heluka telah mengantongi data-data orang asli Papua yang bekerja sama dengan aparat militer Indonesia di Yahukimo.

“Kami sudah ada dan laporan tersebut diberikan oleh TNI dan Polri melalui agen kami, sehingga kami siap eksekusi mati seluruh agen intelijen militer Indonesia terlebih khususnya orang asli Papua serta pendatang dan kami siap bertanggung awab,” tulis Sebby.

Ia juga menegaskan, Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB memberikan peringatan keras kepada aparat militer Indonesia yang sedang menjalankan misi operasi dan perang melawan TPNPB di Tanah Papua untuk tidak menggunakan warga sipil sebagai agen intelijennya untuk memberikan informasi keberadaan seluruh pasukan TPNPB kepada militer Indonesia untuk ditangkap, penyergapan dan tembak mati.

“Hal ini kami perlu tegaskan lagi kepada agen intelijen militer Indonesia yang sedang beroperasi di wilayah perang maka segera berhenti,” tulis Sebby. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.