Tingkatkan Skill dan Profesionalitas, 11 Petugas Damkar BPBD Mimika Dibekali Pendidikan dan Pelatihan
Personil Damkar Badan Penanggulangan Bencana Daerah Mimika lagi menikmati minum pagi sambil melantai. (Foto – Istimewa).
Timika,papuaglobalnews.com – Dalam upaya meningkatkan kemampuan, kedisiplinan, serta profesionalitas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, sebanyak 11 petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Penanggulangan Bencana di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Kepala BPBD Mimika Agustina Rahadet melalui Kepala Bidang (Kabid) Damkar, Tamli Rumagesa, mengatakan pelaksanaan diklat tersebut berlangsung dalam dua gelombang. Gelombang pertama diikuti tujuh personel pada 6-14 April 2026, sedangkan gelombang kedua diikuti empat personel pada 4-12 Mei 2026.
Menurut Tamli, selama mengikuti pelatihan para petugas Damkar memperoleh berbagai materi, mulai dari manajemen keadaan darurat, teknik pertolongan dan penyelamatan, upaya pengurangan risiko bencana, hingga teknik evakuasi dalam penanganan musibah kebakaran.
Selain bertujuan meningkatkan kemampuan, keterampilan, profesionalitas, dan kedisiplinan personel, pelatihan tersebut juga membekali petugas dengan pengetahuan tentang mitigasi bencana, memperkuat koordinasi dalam penanganan keadaan darurat di daerah, membentuk kesiapan mental dan teknis di lapangan, serta meningkatkan kemampuan dalam proses evakuasi dan penyelamatan korban.
Tamli berharap pendidikan dan pelatihan ini dapat memberikan semangat baru bagi seluruh personel Damkar dalam menjalankan tugas-tugas penyelamatan dan memberikan pertolongan kepada masyarakat yang mengalami musibah kebakaran.
Berkaitan dengan hal tersebut, Tamli mengajak masyarakat Mimika untuk segera menghubungi petugas Damkar apabila mengalami atau mengetahui adanya musibah kebakaran.
Ia menegaskan bahwa setiap laporan yang diterima akan ditindaklanjuti karena petugas Damkar selalu siaga memberikan pelayanan selama 24 jam.
Meski demikian, Tamli mengakui masih terdapat sejumlah kendala yang dihadapi petugas di lapangan. Salah satunya adalah lokasi kebakaran yang berada di kawasan permukiman padat dengan akses jalan sempit, sehingga kendaraan pemadam mengalami kesulitan untuk akses mencapai titik kejadian.
Selain itu, terdapat pula kejadian kebakaran di wilayah yang berjarak cukup jauh dari pusat kota sehingga membutuhkan waktu tempuh yang lebih lama. Kondisi tersebut terkadang menyebabkan petugas tiba di lokasi ketika bangunan sudah hangus dilalap si jago merah.
“Namun pada prinsipnya, petugas Damkar selalu siaga selama 24 jam untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Tamli. **
Agustina Rahadet, Kepala BPBD Mimika berdiskusi dengan para narasumber di Cilacap.
Tamli Magesa, Kabid Damkar foto bersama staf BPBD yang mengikuti Diklat dengan menunjukan salam tangguh.
Tamli Magesa, Kabid Damkar foto bersama staf BPBD yang mengikuti Diklat bersama narasumber.













