Timika,papuaglobalnews.com – Sebagai salah satu solusi untuk mencegah stunting, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika menyarankan masyarakat menerapkan program family farming atau pertanian keluarga.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika, I Nyoman Dwitana, menjelaskan family farming merupakan salah satu program yang dicanangkan Pemerintah Pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan telah berjalan sekitar tiga tahun. Melalui program ini, masyarakat dianjurkan memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk menanam berbagai jenis tanaman guna mendukung ketahanan pangan keluarga.

“Program ini sangat membantu masyarakat menekan angka stunting. Dinas Ketahanan Pangan Mimika akan memberikan bantuan bibit kepada sasaran Program Family Farming, khususnya keluarga yang berisiko mengalami kekurangan gizi,” ujar Nyoman kepada papuaglobalnews.com di sela-sela Gerakan Pangan Murah di halaman Graha Eme Neme Yauware, Rabu 5 Agustus 2026.

Mantan Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Mimika itu menjelaskan family farming dapat dijalankan dengan memanfaatkan pekarangan rumah, baik ditanam langsung di tanah maupun menggunakan media polybag serta bahan bekas lainnya.

Adapun tanaman yang dapat dibudidayakan antara lain daun kelor, daun katuk, petatas, cabai, tomat, dan terong maupun tanaman bumbu. Tanaman-tanaman tersebut relatif mudah dirawat dan dapat dipanen sepanjang tahun sehingga mampu memberikan manfaat jangka panjang dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

Selain menanam berbagai jenis tanaman, Nyoman mengatakan masyarakat juga dapat memelihara ikan lele skala rumah tangga menggunakan kolam terpal atau drum bekas sebagai sumber protein hewani bagi keluarga. Di samping itu, masyarakat juga dapat beternak ayam kampung untuk memenuhi kebutuhan daging maupun telur.

Menurutnya, program tersebut sejalan dengan arahan Menteri Pertanian agar setiap keluarga menanam sedikitnya 75 jenis tanaman pangan di pekarangan rumah, yang disesuaikan dengan luas lahan yang dimiliki.

Nyoman berharap masyarakat Mimika dapat menerapkan program family farming di setiap rumah tangga, tidak hanya bagi keluarga yang berisiko stunting, tetapi juga seluruh keluarga sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan.

Ia juga mengakui program family farming tidak hanya bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga berpotensi membantu menekan angka inflasi daerah. Pasalnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Mimika, sektor pertanian turut memberikan andil terhadap perkembangan inflasi di Kabupaten Mimika.

Dinas Ketahanan Pangan dalam memberikan bantuan bibit tanaman atau lele bekerjasama dengan BLUD Puskesmas untuk mendapatkan data rumah tangga dengan stunting. **