“Bahwa Dana Desa/Kampung kena efisiensi atau terjadi pemotongan secara nasional di seluruh Indonesia,” katanya.

Eka menilai, sosialisasi menjadi hal penting karena para kepala kampung memiliki latar belakang dan tingkat pemahaman yang berbeda-beda. Ada kepala kampung yang sudah memahami kebijakan pemerintah, tetapi ada pula yang belum memahami secara menyeluruh mengenai kebijakan efisiensi Dana Desa/Kampung.

“Seharusnya sebelum pembagian, jauh-jauh hari harus sosialisasi dan transparan kepada kepala kampung yang dari berbagai latar belakang, di mana ada kepala kampung yang paham dan ada juga yang tidak paham. Maka Kementerian Desa melalui Dinas PMK melakukan sosialisasi terkait adanya pemotongan tersebut,” tegasnya.

Ia menekankan, sosialisasi mengenai kebijakan efisiensi Dana Desa/Kampung harus dilakukan jauh sebelum pembagian dana kampung, sehingga para kepala kampung memiliki waktu yang cukup untuk memahami kebijakan tersebut dan menjelaskannya kepada masyarakat masing-masing.

“Sosialisasi ini harus dilakukan jauh sebelum pembagian dana kampung, jangan sosialisasi pas mau pembagian, seperti yang telah dilakukan. Yang akhirnya berdampak sangat fatal,” katanya. **