Jakarta,papuaglobalnews.com – Senator Papua Tengah, Eka Kristina Murib Yeimo, menilai kurangnya sosialisasi terkait efisiensi atau pemotongan Dana Desa/Kampung menjadi salah satu faktor yang memicu pembakaran dan pengrusakan 11 fasilitas umum negara di Kabupaten Puncak, Papua Tengah.

“Kurangnya sosialisasi oleh Kementerian Desa melalui Dinas PMK Kabupaten Puncak terkait efisiensi secara nasional kepada kepala kampung di Kabupaten Puncak Papua Tengah. Akibatnya 11 kantor pemerintah dibakar,” demikian disampaikan Eka Kristina Murib Yeimo dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi papuaglobalnews.com, Kamis, 13 Agustus 2026.

Menurut Eka, pembakaran dan pengrusakan fasilitas umum negara, termasuk kantor-kantor pemerintah di Kabupaten Puncak, terjadi karena kurangnya sosialisasi dari Kementerian Desa melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (PMK) kepada 206 kepala kampung di 206 kampung yang ada di Kabupaten Puncak pada Selasa 11 Agustus 2026.

Menurutnya, seharusnya informasi mengenai adanya efisiensi atau pemotongan Dana Desa/Kampung secara nasional disampaikan kepada para kepala kampung jauh-jauh hari sebelum proses pembagian dana kampung dilakukan.

“Menurut saya, pembakaran dan pengrusakan fasilitas umum negara seperti kantor-kantor di Kabupaten Puncak karena kurangnya sosialisasi dari Kementerian Desa melalui Dinas PMK kepada kepala kampung di 206 kampung di Kabupaten Puncak Papua, Provinsi Papua Tengah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Dana Desa atau Dana Kampung mengalami efisiensi atau pemotongan secara nasional di seluruh Indonesia. Karena itu, informasi tersebut perlu disampaikan secara terbuka kepada seluruh kepala kampung agar dapat dipahami dan diterima dengan baik.