Pertama Dalam Sejarah! Secara Sukarela, 46 KPM Mandiri PKH Kemensos di Mimika Nyatakan Berhenti dari Penerima Bansos
Staf Ahli Bupati Petrus Pali Ambaa didampingi Hasan Kemong Kepala Dinsos Mimika, Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Mimika Abdul Haris Sudarmono bersama pejabat Eselon III Dinsos foto bersama KPM Mandiri setelah acara penutupan, Jumat 24 Juli 2026. (Foto – Maria Goreti Barowati/papuaglobalnews.com).
Timika,papuaglobalnews.com – Pertama dalam sejarah. Sebanyak 46 dari target 55 Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM-PKH) Kementerian Sosial (Kemensos) RI di Kabupaten Mimika Papua Tengah secara sukarela menyatakan graduasi atau berhenti sebagai penerima bantuan sosial. Mereka merupakan penerima bansos dari kelompok kesejahteraan desil 1 hingga desil 4 yang terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Pelepasan graduasi KPM-PKH tersebut dirangkaikan dengan penyerahan bantuan modal usaha secara simbolis oleh Staf Ahli Bupati Mimika Petrus Pali Ambaa kepada perwakilan KPM. Kegiatan berlangsung di salah satu hotel di Jalan Yos Sudarso, Jumat 24 Juli 2026.
Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Sosial memberikan bantuan modal usaha sebesar Rp5 juta kepada masing-masing KPM yang telah menyatakan graduasi sebagai bentuk dukungan agar mereka dapat terus mengembangkan usaha dan mempertahankan kemandirian ekonomi.
Kepala Dinas Sosial Mimika Hasan Kemong melalui Kepala Bidang Jaminan dan Perlindungan Sosial, Sally Yohana Bernard Lawalata, menjelaskan bahwa bantuan modal usaha tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Mimika melalui pagu anggaran Dinas Sosial tahun 2026.
Ia mengatakan, bantuan itu diberikan sebagai dukungan bagi para KPM yang telah dinyatakan mandiri secara ekonomi sehingga dapat terus mengembangkan usaha mereka.
“Para KPM PKH ini berhenti sebagai penerima bantuan berdasarkan usulan pengunduran diri mereka masing-masing secara sadar tanpa ada paksaan dari Dinas Sosial. Mereka mengundurkan diri karena merasa sudah mandiri dan mapan secara ekonomi,” ujarnya.
Sally juga mengungkapkan bahwa jumlah KPM yang graduasi masih berpotensi bertambah seiring adanya keluarga penerima manfaat lainnya yang mengusulkan diri untuk berhenti menerima bantuan sosial.
Sementara itu, Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Mimika, Daniel Didi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan pelepasan graduasi KPM PKH Mandiri Tahun 2026 sekaligus penyerahan bantuan modal usaha kepada keluarga penerima manfaat yang telah siap mandiri.
Ia menjelaskan para peserta graduasi merupakan penerima bantuan sosial PKH dan Program Sembako yang berasal dari kelompok kesejahteraan desil 1 sampai desil 4 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.
“Puji syukur, pada hari ini sebanyak 46 Keluarga Penerima Manfaat menyatakan siap digraduasi atau bersedia keluar dari kepesertaan bantuan sosial PKH maupun Program Sembako,” katanya.













