Peringati Hari Malaria Sedunia, Dinkes Mimika Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Deteksi Dini dan Edukasi

Mantan Kepala Puskesmas Kokonao dan Wakia ini menegaskan, keterlibatan mahasiswa kesehatan diharapkan dapat memperkuat peran generasi muda dalam mendukung program eliminasi malaria di Mimika tahun 20230 yang tinggal empat tahun lagi. Selain itu, pendekatan edukatif kepada masyarakat dinilai penting untuk membangun kesadaran kolektif mengenai bahaya malaria serta pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS).
Ia juga mengatakan dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga diberikan edukasi mengenai penggunaan kelambu saat tidur, menjaga kebersihan lingkungan guna mengurangi tempat berkembang biaknya nyamuk, serta pentingnya kepatuhan menjalani pengobatan hingga tuntas bagi penderita malaria.
Dikatakan, Dinkes Mimika menggandeng berbagai pihak dalam pelaksanaan kegiatan ini, mulai dari sektor swasta hingga lembaga mitra.
“Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi faktor penting dalam pengendalian malaria, terutama di daerah dengan mobilitas penduduk yang tinggi,” katanya.
Sejumlah pihak yang mendukung kegiatan tersebut antara lain PT KPI, PT Mpagellah, Bank Papua, PT Sucufindo, PT Redpath, PT Srikandi, Pertamin, PT Otomona Jaya, PT Petrosea, CHD PT FI, YPMAK, Perdhaki, serta BRI.
Melalui momentum Hari Malaria Sedunia, Pemerintah Kabupaten Mimika berharap penguatan layanan kesehatan, peningkatan kesadaran masyarakat, dan keterlibatan lintas sektor dapat berjalan beriringan guna mempercepat target eliminasi malaria di Mimika. **










