Peringati Hari Malaria Sedunia, Dinkes Mimika Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Deteksi Dini dan Edukasi
Timika,papuaglobalnews.com – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) memperingati Hari Malaria Sedunia dengan membangun kolaborasi lintas dalam memperkuat deteksi dini, edukasi kesehatan, serta sektor guna menekan angka penularan malaria di wilayah endemis.
Kegiatan pembukaan tersebut dipusatkan di Kampus Politeknik Kesehatah (Poltekes) Kementerian Kesehatan Jayapura Kelas Timika, Kamis 21 Mei 2026.
Peringatan tahun ini tidak hanya berlangsung secara seremonial, tetapi juga dirangkaikan dengan aksi lapangan berupa pemeriksaan massal malaria bagi masyarakat di Kampung Kamoro Jaya, Distrik Wania. Kegiatan tersebut turut dikolaborasikan bersama program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai upaya memperluas jangkauan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Kampung Kamoro Jaya yang memiliki jumlah penduduk mencapai 22.663 jiwa ditetapkan sebagai salah satu wilayah prioritas dalam pelaksanaan deteksi dini kasus malaria. Langkah ini dinilai penting mengingat malaria masih menjadi salah satu penyakit menular yang memerlukan penanganan serius di Kabupaten Mimika.
Mendukung kegiatan ini melibatkan sebanyak 60 mahasiswa Poltekes Mimika dalam pemeriksaan massal yang akan dilaksanakan pada 22 Mei 2026. Para mahasiswa akan membantu tenaga kesehatan melakukan skrining malaria sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait langkah-langkah pencegahan penularan penyakit.
Ketua Panitia, Linus Dumatubun, mengatakan pemeriksaan massal menjadi bagian penting dalam mempercepat penemuan kasus malaria sehingga pasien dapat segera memperoleh penanganan dan tata laksana pengobatan yang tepat.
“Peringatan Hari Malaria Sedunia ini bukan hanya kegiatan simbolis, tetapi menjadi langkah konkret untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan dini dan pencegahan malaria,” ujar Linus kepada papuaglobalnews.com di sela-sela kegiatan tersebut.

Mantan Kepala Puskesmas Kokonao dan Wakia ini menegaskan, keterlibatan mahasiswa kesehatan diharapkan dapat memperkuat peran generasi muda dalam mendukung program eliminasi malaria di Mimika tahun 20230 yang tinggal empat tahun lagi. Selain itu, pendekatan edukatif kepada masyarakat dinilai penting untuk membangun kesadaran kolektif mengenai bahaya malaria serta pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS).
Ia juga mengatakan dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga diberikan edukasi mengenai penggunaan kelambu saat tidur, menjaga kebersihan lingkungan guna mengurangi tempat berkembang biaknya nyamuk, serta pentingnya kepatuhan menjalani pengobatan hingga tuntas bagi penderita malaria.
Dikatakan, Dinkes Mimika menggandeng berbagai pihak dalam pelaksanaan kegiatan ini, mulai dari sektor swasta hingga lembaga mitra.
“Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi faktor penting dalam pengendalian malaria, terutama di daerah dengan mobilitas penduduk yang tinggi,” katanya.
Sejumlah pihak yang mendukung kegiatan tersebut antara lain PT KPI, PT Mpagellah, Bank Papua, PT Sucufindo, PT Redpath, PT Srikandi, Pertamin, PT Otomona Jaya, PT Petrosea, CHD PT FI, YPMAK, Perdhaki, serta BRI.
Melalui momentum Hari Malaria Sedunia, Pemerintah Kabupaten Mimika berharap penguatan layanan kesehatan, peningkatan kesadaran masyarakat, dan keterlibatan lintas sektor dapat berjalan beriringan guna mempercepat target eliminasi malaria di Mimika. **










