Pemkamp Nawaripi Gandeng Wasit Nasional POSSI Jaring Bibit Perenang Muda Asal Kamoro
Kesempatan itu datang saat dirinya bertemu Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun. Dari diskusi ringan keduanya, lahirlah ide menggelar lomba renang tradisional bagi anak-anak Kamoro di kolam ikan BUMDES Nawaripi, Mile 21.
“Tujuannya sederhana, menjaring bakat sejak dini dan mengarahkan anak-anak ke jalur prestasi. Kita ingin mereka punya mimpi dan peluang, sama seperti atlet dari daerah lain,” ujar Lairensius.
Menurutnya, Papua Tengah baru-baru ini saja mengirim atlet ke kejuaraan ke China. Ia optimis, dengan pembinaan yang tepat, anak-anak Kamoro juga bisa menembus level nasional bahkan internasional.
Kegiatan ini diharapkan mendapat dukungan dari lembaga-lembaga lokal seperti YPMAK dan pemerintah daerah. Targetnya, anak-anak binaan ini akan dibawa mengikuti kejuaraan di luar daerah.
“Ini baru awal. Harapan kami, dari Nawaripi akan lahir atlet renang berprestasi yang mengharumkan nama Papua,” pungkasnya. **
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.




















