(2) Siapa yang menembak mati Pilot Egon Irawan dan Co-Pilot Baskoro Adi Anggoro pada 11 Februari  2026 di Boven Digul?”

(3) Siapa yang menembak mati Pilot Glen Malcolm Conning warga Negara Selandia Baru pada 5 Agustus 2024 di Distrik Alama, Mimika, Papua Tengah?

(4) Siapa yang menewaskan Rick Spier dan Edwin  Burgon pada tanggal 31 Agustus 2002 di Timika?

(5) Siapa yang menembak Pieper Dietmar Helmut (55) warga negara Jerman  di Pantai Base G pada 29 Mei 2012?

(6) Siapa yang menewaskan Graeme Thomas Wall pada 30 Maret 2020 di Kuala Kencana, Timika?

(7) Siapa yang menembak mati Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha pada 25 April 2021 di Beoga, Puncak,  Papua Tengah?

(8) Siapa yang menembak mati Michelle Kurisi Doga pada 29 Agustus 2023 di Distrik Kimbim/Assologaima, Wamena, Jayawijaya, Papua Barat?

(9) Siapa yang membakar pesawat MAF bernomor PK-MAX yang dipiloti Alex Luferched berkebangsaan Amerika pada 6 Januari 2021 di bandara Kampung Pagamba Distrik Mbiaduga, Kabupaten Intan Jaya?

(10) Siapa pelaku seluruh kejahatan kemanusiaan dan motivasi apa?

Sejauh belum ada investigasi independen yang kredibel dan melibatkan komunitas internasional untuk investigasi, maka semua tuduhan negara dan aparat keamanan TNI dan Kepolisian Republik Indonesia kepada TPNPB adalah  tidak benar dan tidak dapat dipercaya. Walaupun ada pengakuan dari TPNPB adalah pelaku penembakan Pilot Nicolas.

Pertanyaan mendasar yang lain saya sampaikan sebagai berikut:

(1)  Mengapa Pemerintah Indonesia tidak mengijinkan Komisi Tinggi HAM PBB, Wartawan Asing, dan Diplomat Asing berkunjung ke Papua Barat?

(2) Pemerintah Indonesia menutup akses Komisioner Tinggi HAM PBB, wartawan  dan diplomat asing masuk ke Papua Barat menimbulkan banyak kecurigaan dan pertanyaan. Indonesia takut apa, bikin apa dan sembunyikan apa di Papua Barat?

Dalam kasus pembunuhan Pilot Nicholas F. Goselin yang dibutuhkan adalah hasil investigasi bukan pengakuan TPNPB atau TNI. Karena, kejahatan ini masih samar-samar, kabur dan tidak jelas pelaku sesungguhnya.

Rekomendasi saya sebagai berikut;

  1. Pemerintah Amerika Serikat segera membentuk tim investigasi independen untuk mencari fakta siapa pelaku penembakan Pilot Nicholas di Sobaham-Yahukimo pada 2 Juli 2026, walaupun hasilnya mungkin akan sama seperti penembakan Rick Spier dan Edwin Burgon pada tanggal 31 Agustus 2002 di Timika yang pelakunya sudah diketahui tapi hasilnya dikunci dalam kotak.
  2. Pemerintah Indonesia membuka akses untuk Komisi Tinggi HAM PBB, diplomat dan wartawan asing masuk ke Papua Barat.

Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati.

Ita Wakhu Purom, 6 Juli 2026

  1. Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua.
  2. Anggota: Dewan Gereja Papua (WPCC).
  3. Anggota: Konferensi Gereja-Gereja Pasifik (PCC).
  4. Anggota Baptist World Alliance (BWA). **

(Catatan : seluruh isi opini ini tanggungjawab penulis)