Pemerintah AS Sebaiknya Membentuk Tim Investigasi Independen Menyelidiki Penembakan Pilot Nicholas F. Goselin
Oleh: Gembala Dr. A.G. Socratez Yoman
“Kita jangan telan informasi mentah-mentah bahwa Pilot Nicholas ditembak TPNPB, kita perlu ada pembuktian melalui investigasi independen internasional yang melibatkan pemerintah Amerika Serikat”.
TV Al Jazeera yang berkedudukan di Doha, Qatar menyiarkan penembakan Pilot Nicholas F. Goselin di Sobaham, Yahukimo pada 2 Juli 2026, yakni pelakunya adalah anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB). Dan juga mengulas baik tentang kejanggalan sejarah pelaksanaan Pepera 1969 yang dimenangkan ABRI sebagai akar konflik Papua Barat.
Tetapi, saya berharap kita jangan telan informasi mentah-mentah bahwa Pilot Nicholas ditembak mati oleh TPNPB. Kita perlu ada pembuktian melalui investigasi independen internasional yang melibatkan pemerintah Amerika Serikat. Kita jangan terlalu prematur menilai penembakan Pilot Nicholas dituduhkan kepada TPNPB, walaupun foto yang diekspos adalah ciri-ciri orang-orang yang menamakan diri anggota TPNPB. Kita perlu investigasi independen dan kredibel yang melihatkan komunitas internasional untuk memastikan siapa sebenarnya pelaku kejahatan yang keji dan barbar ini.
Ada kemungkinan besar TPNPB dijebak dalam jerat orang lain atau dipakai oleh orang lain untuk kepentingan mereka di Tanah Papua Barat. Misalnya ada beberapa tujuan tersembunyi, seperti:
(1) Untuk pembenaran membangun Kodam Baru di Provinsi boneka Pegunungan Papua yang membutuhkan tanah yang luas;
(2) Untuk pembenaran pembangunan pos-pos TNI di seluruh Tanah Papua Barat dengan alasan wilayah tidak aman dan rakyat tidak nyaman, maka dibutuhkan kehadiran militer untuk lindungi rakyat;
(3) Untuk mempermudah dan memuluskan kehadiran perusahaan pertambangan di wilayah-wilayah yang ada potensi tambang emas;
(4) Untuk menciptakan ketakutan seluruh tenaga misionaris asing yang melayani dalam bidang pendidikan, kesehatan dan penerbangan di Papua Barat supaya wilayah ini ditinggalkan, supaya wilayah-wilayah pedalaman dan pegunungan yang didiami 100% penduduk orang asli Papua tidak berpendidikan, kesehatan buruk dan terisolasi.
(5) Untuk menghancurkan perjuangan Papua Barat merdeka di mata masyarakat internasional dan tidak bersimpati dan mendukung perjuangan rakyat dan bangsa Papua Barat.
Kita perlu juga belajar sejarah dan pengalaman keadaan Tanah Papua Barat dari Sorong-Merauke sebelum banyak pemekaran kabupaten dan provinsi, bahkan 1960-an hingga 1980-an semua aman-aman saja. Pilot-pilot terbang di pedalaman Papua Barat aman-aman saja. Tenaga medis, tenaga guru aman-aman saja. Aneh tapi nyata, kekerasan, kejahatan dan kekejaman terhadap kemanusiaan di Papua Barat meningkat tajam di depan dan di mata anggota TNI dan Polri yang berkeliaran di Tanah Papua Barat sampai di kampung-kampung.
Jadi, benarlah, apa yang dikatakan A. C. Manulang, pengamat intelijen juga mantan Direktur Badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN):
“Bukan tidak mungkin dan jarang terjadi jika berbagai kerusuhan di berbagai daerah terlepas dari aktor intelektual dari Jakarta. Sangat mungkin kerusuhan ini didesain dari Jakarta dengan berbagai tujuan….”. (Sumber: Indopos, 04 November 2012…lihat Buku Otonomi Khusus Papua Telah Gagal: Yoman, 2012, hal. 215).
Semua konflik di Tanah Papua Barat diciptakan dan dirawat untuk kepentingan perampokan dan pencurian Sumber Daya Alam (SDA) dengan menyingkirkan dan memusnahkan Penduduk Orang Asli Papua Barat.
Faktanya, penguasa Indonesia tidak tertarik dengan POAP dan POAP dilihat dan dinilai sebagai penghalang dan beban yang perlu ditiadakan dari tanah leluhur mereka. Tanah Papua Barat harus dikosongkan dari POAP yang berkulit hitam, berambut keriting dan bergelombang.
Saya mempunyai catatan para korban kejahatan kemanusiaan yang belum diungkap secara transparan dan akuntabel.
(1) Siapa yang menembak mati pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat, Nicholas F. Goselin, dan membakar pesawat milik PT AMA di Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo pada tanggal 2 Juli 2026?
(2) Siapa yang menembak mati Pilot Egon Irawan dan Co-Pilot Baskoro Adi Anggoro pada 11 Februari 2026 di Boven Digul?”
(3) Siapa yang menembak mati Pilot Glen Malcolm Conning warga Negara Selandia Baru pada 5 Agustus 2024 di Distrik Alama, Mimika, Papua Tengah?
(4) Siapa yang menewaskan Rick Spier dan Edwin Burgon pada tanggal 31 Agustus 2002 di Timika?
(5) Siapa yang menembak Pieper Dietmar Helmut (55) warga negara Jerman di Pantai Base G pada 29 Mei 2012?
(6) Siapa yang menewaskan Graeme Thomas Wall pada 30 Maret 2020 di Kuala Kencana, Timika?
(7) Siapa yang menembak mati Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha pada 25 April 2021 di Beoga, Puncak, Papua Tengah?
(8) Siapa yang menembak mati Michelle Kurisi Doga pada 29 Agustus 2023 di Distrik Kimbim/Assologaima, Wamena, Jayawijaya, Papua Barat?
(9) Siapa yang membakar pesawat MAF bernomor PK-MAX yang dipiloti Alex Luferched berkebangsaan Amerika pada 6 Januari 2021 di bandara Kampung Pagamba Distrik Mbiaduga, Kabupaten Intan Jaya?
(10) Siapa pelaku seluruh kejahatan kemanusiaan dan motivasi apa?
Sejauh belum ada investigasi independen yang kredibel dan melibatkan komunitas internasional untuk investigasi, maka semua tuduhan negara dan aparat keamanan TNI dan Kepolisian Republik Indonesia kepada TPNPB adalah tidak benar dan tidak dapat dipercaya. Walaupun ada pengakuan dari TPNPB adalah pelaku penembakan Pilot Nicolas.
Pertanyaan mendasar yang lain saya sampaikan sebagai berikut:
(1) Mengapa Pemerintah Indonesia tidak mengijinkan Komisi Tinggi HAM PBB, Wartawan Asing, dan Diplomat Asing berkunjung ke Papua Barat?
(2) Pemerintah Indonesia menutup akses Komisioner Tinggi HAM PBB, wartawan dan diplomat asing masuk ke Papua Barat menimbulkan banyak kecurigaan dan pertanyaan. Indonesia takut apa, bikin apa dan sembunyikan apa di Papua Barat?
Dalam kasus pembunuhan Pilot Nicholas F. Goselin yang dibutuhkan adalah hasil investigasi bukan pengakuan TPNPB atau TNI. Karena, kejahatan ini masih samar-samar, kabur dan tidak jelas pelaku sesungguhnya.
Rekomendasi saya sebagai berikut;
- Pemerintah Amerika Serikat segera membentuk tim investigasi independen untuk mencari fakta siapa pelaku penembakan Pilot Nicholas di Sobaham-Yahukimo pada 2 Juli 2026, walaupun hasilnya mungkin akan sama seperti penembakan Rick Spier dan Edwin Burgon pada tanggal 31 Agustus 2002 di Timika yang pelakunya sudah diketahui tapi hasilnya dikunci dalam kotak.
- Pemerintah Indonesia membuka akses untuk Komisi Tinggi HAM PBB, diplomat dan wartawan asing masuk ke Papua Barat.
Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati.
Ita Wakhu Purom, 6 Juli 2026
- Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua.
- Anggota: Dewan Gereja Papua (WPCC).
- Anggota: Konferensi Gereja-Gereja Pasifik (PCC).
- Anggota Baptist World Alliance (BWA). **
(Catatan : seluruh isi opini ini tanggungjawab penulis)













