Pelatihan Manajemen Sanggar Amungme dan Kamoro Berakhir, 25 Sanggar Sudah Kantongi NIB
Ia mengajak seluruh peserta menjadikan pelatihan tersebut sebagai momentum perubahan dalam mengelola sanggar.
“Tinggalkan pola lama dalam mengelola sanggar. Karya seni yang baik, seindah dan sekreatif apa pun, tidak akan bertahan apabila tidak dikelola dengan baik. Mari kita bangun tata kelola sanggar yang modern namun tetap berakar pada nilai-nilai tradisi yang kita junjung,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Mimika, lanjutnya, berkomitmen untuk terus memperkuat posisi kebudayaan melalui pembinaan, penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penyediaan ruang-ruang kreatif bagi para pelaku seni dan budaya.
Ia menjelaskan, sanggar-sanggar yang dibina Disbudparekraf Kabupaten Mimika dan telah memiliki legalitas akan terus mendapatkan perhatian serta kesempatan mengikuti berbagai program pemberdayaan dari pemerintah.
“Mari kita manfaatkan dukungan ini dengan baik untuk mengembangkan potensi masing-masing sanggar,” ajaknya.
Daniel juga mengajak seluruh peserta untuk terus mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.
“Jika tidak ada anak muda yang meneruskan budaya kita, maka budaya itu bisa punah. Libatkan generasi muda dalam kegiatan mengukir, menganyam, menari, dan seluruh aktivitas seni budaya. Jadikan sanggar sebagai tempat pembelajaran dan ruang kreatif bagi anak-anak muda agar mereka bangga terhadap akar budayanya,” katanya.
Menurutnya, sanggar juga harus mampu mengembangkan potensi ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Berbagai hasil karya seperti ukiran khas, anyaman, noken, dan kerajinan tradisional lainnya harus mampu menjadi produk bernilai ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik semata, tetapi juga dari kemampuan menjaga dan mengembangkan nilai-nilai budaya yang menjadi jati diri masyarakat. Kabupaten Mimika bukan hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga memiliki warisan budaya yang tak ternilai harganya,” ujarnya.
Ia menambahkan, para pengelola sanggar merupakan duta budaya yang melalui karya-karyanya dapat memperkenalkan Kabupaten Mimika hingga ke luar daerah.
“Kami mengajak seluruh pengelola sanggar dan pegiat seni budaya menjadikan penutupan pelatihan ini sebagai titik awal membangun semangat baru dalam memajukan kebudayaan lokal di Kabupaten Mimika. Mari bergandengan tangan menanamkan jiwa seni budaya sehingga mampu menciptakan pelestarian budaya yang berkelanjutan dari generasi ke generasi. Mari kita bangun Mimika yang lebih baik, maju, sejahtera, dan berbudaya,” pungkasnya. **













