Pawai Ogoh-Ogoh Meriahkan Perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Timika, John Rettob Ajak Rayakan Keberagaman sebagai Kekuatan Bersama
John menegaskan Kabupaten Mimika yang telah ditetapkan sebagai daerah harmonis harus terus menjaga kerukunan antarumat beragama sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
Ia menjelaskan Tawur Agung Kesanga bukan hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi memiliki makna mendalam dalam menjaga keseimbangan antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam semesta. Sementara Hari Raya Nyepi menjadi momentum introspeksi diri melalui pelaksanaan Catur Brata Penyepian.
“Nilai-nilai ini tidak hanya relevan bagi umat Hindu, tetapi juga menjadi pelajaran bagi kita semua dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Mimika, lanjutnya, berkomitmen mendukung seluruh kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pembangunan mental dan spiritual masyarakat.
Di akhir sambutannya, Bupati John bersama Wakil Bupati mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 kepada seluruh umat Hindu di Mimika.
“Semoga perayaan ini membawa kedamaian, kebijaksanaan, dan kesejahteraan bagi kita semua,” tutupnya. **
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.




















