Ia lahir di Turin, Italia, pada Januari 1968. Mgr. Erbi memiliki latar belakang akademis yang kuat di bidang tata hukum Gereja. Ia merupakan lulusan doktor Hukum Kanonik, sebuah keahlian yang menunjang rekam jejak panjangnya di dalam Korps Diplomatik Takhta Suci yang ia rintis sejak 1 April 2001.

Selain modal pengalaman teritorial yang luas, Mgr. Erbi juga dikenal sebagai seorang poliglot. Ia menguasai empat bahasa internasional dengan fasih, yaitu bahasa ibu Italia, Spanyol, Prancis, dan Inggris. Kemampuan linguistik ini dipandang akan mempermudah misinya dalam merawat hubungan bilateral antara Vatikan dan Indonesia.

Sekilas tentang Nunsius Apostolik: dalam tradisi diplomasi Takhta Suci, seorang Duta Besar Vatikan tidak hanya menjalankan fungsi diplomatik penumbuhan hubungan antarnegara (_state-to-state_), tetapi juga berperan sebagai jembatan gerejani (_church-to-church_) yang menghubungkan Paus dengan hierarki Gereja Katolik lokal di negara tempat ia diutus.

Kehadiran Mgr. Walter Erbi diharapkan makin memperkokoh hubungan bilateral Vatikan-Indonesia, khususnya dalam menyuarakan isu perdamaian, dialog antariman, dan kemanusiaan. **

Sumber: Humas Bimas Katolik.