Paus Leo XIV Tunjuk Mgr. Walter Erbi Jadi Duta Besar Vatikan untuk Indonesia
Vatikan,papuaglobalnews.com – Bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara ke-80, 1 Juli 2026 umat Katolik Indonesia mendapat kado istimewa dari Roma.
Pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia, Paus Leo XIV, resmi menunjuk Monsinyur (Mgr.) Walter Erbi sebagai Duta Besar Vatikan atau Nunsius Apostolik yang baru untuk Republik Indonesia.
Pengumuman resmi tersebut disiarkan langsung oleh Kantor Pers Takhta Suci Vatikan.
Penunjukan Mgr. Walter Erbi menggantikan posisi Mgr. Piero Pioppo yang sejak November 2025 mengemban tugas baru sebagai Duta Besar Vatikan untuk Kerajaan Spanyol.
Sebelum menerima penugasan ke Indonesia, Mgr. Erbi merupakan diplomat senior yang kaya pengalaman di wilayah Afrika Barat.
Sejak 16 Juli 2022, Paus Fransiskus memercayakannya menjabat sebagai Nunsius Apostolik untuk tiga negara sekaligus, yakni Liberia, Sierra Leone, dan Gambia.
Ia lahir di Turin, Italia, pada Januari 1968. Mgr. Erbi memiliki latar belakang akademis yang kuat di bidang tata hukum Gereja. Ia merupakan lulusan doktor Hukum Kanonik, sebuah keahlian yang menunjang rekam jejak panjangnya di dalam Korps Diplomatik Takhta Suci yang ia rintis sejak 1 April 2001.
Selain modal pengalaman teritorial yang luas, Mgr. Erbi juga dikenal sebagai seorang poliglot. Ia menguasai empat bahasa internasional dengan fasih, yaitu bahasa ibu Italia, Spanyol, Prancis, dan Inggris. Kemampuan linguistik ini dipandang akan mempermudah misinya dalam merawat hubungan bilateral antara Vatikan dan Indonesia.
Sekilas tentang Nunsius Apostolik: dalam tradisi diplomasi Takhta Suci, seorang Duta Besar Vatikan tidak hanya menjalankan fungsi diplomatik penumbuhan hubungan antarnegara (_state-to-state_), tetapi juga berperan sebagai jembatan gerejani (_church-to-church_) yang menghubungkan Paus dengan hierarki Gereja Katolik lokal di negara tempat ia diutus.
Kehadiran Mgr. Walter Erbi diharapkan makin memperkokoh hubungan bilateral Vatikan-Indonesia, khususnya dalam menyuarakan isu perdamaian, dialog antariman, dan kemanusiaan. **
Sumber: Humas Bimas Katolik.











