Perbuatan ini memicu kemarahan umat Katolik Keuskupan Timika yang sempat melintasi jalan tersebut dan sempat menghentikan aksi pembongkaran karena mengetahui lahan tersebut milik Gereja Katolik Keuskupan Timika.

Vikjen Keuskupan Timika Pastor Marthen Kuayo, dan Ketua Komisi Aset Pastor Silvester Boby mengharapkan kepada seluruh umat Katolik Keuskupan Timika agar menahan diri dan jangan terpancing oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Kita akan lapor kepada pihak yang berwajib dan ikuti proses hukum yang berlaku di negara ini,” demikian isi tulisan tersebut.

Berhubung Bapa Uskup tidak berada di tempat, saat ini sementara memimpin perayaan Misa Syukur 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua tepatnya di Pulau Bonyom Kabupaten Fakfak. **