Perbuatan ini memicu kemarahan umat Katolik Keuskupan Timika yang sempat melintasi jalan tersebut dan sempat menghentikan aksi pembongkaran karena mengetahui lahan tersebut milik Gereja Katolik Keuskupan Timika.

Vikjen Keuskupan Timika Pastor Marthen Kuayo, dan Ketua Komisi Aset Pastor Silvester Boby mengharapkan kepada seluruh umat Katolik Keuskupan Timika agar menahan diri dan jangan terpancing oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Kita akan lapor kepada pihak yang berwajib dan ikuti proses hukum yang berlaku di negara ini,” demikian isi tulisan tersebut.

Berhubung Bapa Uskup tidak berada di tempat, saat ini sementara memimpin perayaan Misa Syukur 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua tepatnya di Pulau Bonyom Kabupaten Fakfak. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.