Jakarta,papuaglobalnews.com – Komisi Waligereja  Indonesia (KWI mengeluarkan pernyataan resmi menyoroti lukas sosial dan retaknya hubungan persaudaraan yang pangjang yang terjadi di tanah Papua. Seruan pastoral KWI ini disampaikan oleh anggota Presidium KWI Mgr. Yanuarius Theofilius Matopai You (Uskup Jayapura) dalam konferensi pers dalam rangka memperingati 118 tahun Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2026 di Jakarta.

Dalam konferensi pers ini dipimpin oleh Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC sebagai ketua didampingi Wakil Ketua I Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD (Uskup Agung Ende), Wakil Ketua II Mgr. Kornelius Sipayung, OFMCap (Uskup Agung Medan). Sekretaris Jenderal Mgr. Adrianus Sunarko, OFM (Uskup Pangkalpinang), Bendahara Mgr. Yustinus Harjosusanto, MSF (Uskup Agung Samarinda). Anggota Presidium: Mgr. Hieronimus Pakaenoni (Uskup Agung Kupang), Mgr. Samuel Oton Sidin, OFMCap (Uskup Sintang) dan Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC (Uskup Manado).

“Kita merasakan luka sosial yang semakin nyata dalam kehidupan bangsa.  Banyak keluarga yang menghadapi tekanan ekonomi sosial yang berat,” kata Uskup Yanuarius.

Uskup Yanuarius juga menegaskan generasi muda tidak sedikit yang mengalami kecemasan, kehilangan arah dan krisis kesehatan mental.

Selain itu Yanuarius menyoroti kekerasan terhadap perempuan dan anak yang masih terus terjadi, lansia dan  penyandang disabilitas, masyarakat adat dan kelompok  rentan lainnya sering kali belum sunggun mendapat perhatian dan perlindungan yang memadai.