Orang Asli Papua Penjaga Taman Eden: Sebuah Seruan untuk Pertobatan, Persatuan dan Pemulihan
Berangkat dari keyakinan tersebut, Orang Asli Papua dipanggil untuk kembali menyadari identitasnya sebagai penjaga tanah ciptaan Tuhan. Tugas itu bukan hanya menjaga hutan, gunung, sungai dan kekayaan alam tetapi juga menjaga kehidupan manusia, persaudaraan, budaya, bahasa, adat istiadat, nilai-nilai luhur dan martabat setiap orang tanpa membedakan suku, agama maupun asal-usul.
Pada saat yang sama, semua pihak yang hidup dan berkarya di atas Tanah Papua memiliki tanggung jawab moral yang sama untuk menghormati kehidupan, menjaga kelestarian alam serta membangun hubungan yang adil dan saling menghargai. Masa depan Papua tidak dapat dibangun melalui kebencian, penipuan, keserakahan, kekerasan atau eksploitasi, melainkan melalui kejujuran, dialog, kerja sama, penghormatan terhadap hak asasi manusia dan pengelolaan sumber daya alam yang bertanggungjawab.
Sudah terlalu banyak korban yang lahir akibat konflik, ketidakadilan, eksploitasi dan perpecahan. Korban tersebut berasal dari berbagai latar belakang baik Orang Asli Papua maupun kaum imigran. Setiap nyawa manusia memiliki martabat yang sama di hadapan Tuhan. Oleh karena itu, siklus penderitaan, permusuhan dan kekerasan harus dihentikan agar generasi yang akan datang dapat mewarisi Papua yang damai, lestari dan sejahtera.
Karena itu, setiap Orang Asli Papua diajak untuk kembali mengenali jati dirinya, memperkuat persatuan, menjaga tanah warisan leluhur, menghormati sesama manusia serta memperjuangkan hak-haknya melalui jalan yang bermartabat, adil, konstitusional dan damai. Pada saat yang sama, semua pihak yang telah berkontribusi terhadap kerusakan manusia maupun lingkungan Papua hendaknya memiliki keberanian moral untuk bertanggungjawab, memperbaiki kesalahan dan membangun rekonsiliasi yang tulus.
Di atas segala upaya tersebut, perubahan yang sejati harus dimulai dari pertobatan. Mengakui dosa di hadapan Naitai Ugatame/Tuhan Allah Bapa Sang Pencipta dengan cara segera meninggalkan kejahatan, menolak keserakahan, memperkuat kasih, membangun persaudaraan, memulihkan hubungan dengan Tuhan, sesama manusia dan seluruh ciptaan merupakan fondasi utama menuju keselamatan.
Hanya dengan kejujuran, pertobatan, keadilan, kasih, persatuan dan tanggungjawab bersama, Tanah Papua dapat terus menjadi tanah kehidupan yang menghadirkan harapan bagi semua orang serta menjadi warisan yang tetap lestari bagi generasi kini dan generasi yang akan datang. **













