Menuju Kemandirian, Dinsos Mimika Berikan Pendampingan Ketahanan Pangan kepada 37 KPM
Timika,papuaglobalnews.com – Menuju kemandirian keluarga penerima manfaat, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mimika, Papua Tengah memberikan pendampingan ketahanan pangan keluarga kepada 37 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di enam distrik, berlangsung di salah satu hotel di Timika Kamis 23 Juli 2026.
Enam distrik tersebut meliputi Distrik Mimika Baru, Kuala Kencana, Kwamki Narama, Wania, Iwaka dan Mimika Timur.
Kegiatan fasilitasi bantuan sosial kesejahteraan keluarga melalui pelatihan ketahanan pangan keluarga ini menghadirkan Ari Widiyanto sebagai narasumber dari Direktorat Perlindungan Sosial Non Kebencanaan, Kementerian Sosial RI.
Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Fransiskus Bokeyau, menegaskan kapasitas keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang tangguh, harmonis, dan sejahtera.
Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam membentuk karakter, moral, kepribadian, serta nilai-nilai kehidupan setiap individu. Dari keluargalah lahir generasi penerus bangsa yang memiliki akhlak mulia, semangat kebersamaan, rasa tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama.
Namun demikian, ia mengakui kehidupan keluarga saat ini menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi informasi, perubahan pola kehidupan sosial, tekanan ekonomi, penyalahgunaan narkoba, kekerasan dalam rumah tangga, pergaulan bebas, hingga berbagai persoalan sosial lainnya.
“Oleh karena itu, membangun ketahanan keluarga bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, keluarga, lembaga pendidikan, tokoh agama, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh pemangku kepentingan agar keluarga mampu menjadi tempat yang aman, nyaman, penuh kasih sayang, serta mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing,” ujarnya.
Ia menjelaskan pelatihan tersebut memiliki makna yang sangat strategis karena memberikan pemahaman, pengetahuan, serta keterampilan kepada peserta mengenai cara membangun komunikasi yang baik dalam keluarga, mengelola konflik secara bijaksana, memperkuat nilai-nilai kebersamaan, meningkatkan kualitas pengasuhan anak, serta menciptakan lingkungan keluarga yang sehat secara fisik, mental, sosial, dan spiritual.
Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti pada diri peserta sendiri, tetapi juga dapat disebarluaskan kepada keluarga, lingkungan sekitar, maupun masyarakat luas sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
“Pemerintah Kabupaten Mimika berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan sosial, perlindungan keluarga, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Kami meyakini bahwa keluarga yang kuat akan melahirkan masyarakat yang kuat, dan masyarakat yang kuat akan menjadi pondasi kokoh bagi kemajuan Kabupaten Mimika,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh peserta menjadikan keluarga sebagai tempat pertama menanamkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, kasih sayang, kerja keras, tanggung jawab, dan semangat persatuan.
“Apabila setiap keluarga mampu menjalankan fungsi dan perannya dengan baik, maka saya yakin berbagai persoalan sosial dapat kita kurangi, dan kita akan mampu mewujudkan Kabupaten Mimika yang aman, damai, harmonis, sehat, serta semakin maju dan sejahtera,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Mimika Hasan Kemong melalui Kepala Bidang Jaminan dan Perlindungan Sosial, Sally Yohana Bernard Lawalata menjelaskan, setelah mendapatkan pembekalan dari Kementerian Sosial, 37 KPM tersebut selanjutnya akan menerima bantuan modal usaha sebagai bagian dari program graduasi atau penghentian bantuan sosial.
Melalui bantuan modal usaha tersebut diharapkan para penerima manfaat dapat mandiri dan melanjutkan kehidupan serta usahanya tanpa terus bergantung pada bantuan sosial pemerintah.
Ia mengatakan, para KPM yang mengikuti program ini merupakan keluarga yang berdasarkan hasil pengawasan dan penilaian di lapangan telah dinilai meningkat kesejahteraannya sehingga tidak lagi masuk dalam kategori penerima bantuan sosial.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Dinas Sosial Mimika Emelia Catrece Samaran, perwakilan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Mimika, serta para pendamping sosial. **













